Harga Properti Terus Naik

GERBANG mediteraniaCIREBON –  Kenaikan harga bahan bangunan tidak berdampak signifikan terhadap industri properti. Sebaliknya, peningkatan permintaan terus terjadi diseluruh segmen, baik kecil, menengah maupun kelas atas.

Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Ali Rofi mengatakan kenaikan harga tidak akan membuat pasar properti menjadi lesu. Justru, konsumen akan lebih cerdas dalam memilih hunian yang diinginkannya. Termasuk dengan membandingkan fasilitas dan harga yang bisa diperoleh, diantara tawaran perumahan dari berbagai pengembang hunian.

“Konsumen akan makin cerdas dan kenaikan harga tidak begitu berpengaruh, karena rumah sudah menjadi sebuah kebutuhan,” ujar Rofi yang juga Presiden Direktur PT Sapphire Sukses ini.

Ali Rofi optimis pasar properti di tahun ini akan tetap cemerlang karena rumah menjadi kebutuhan pokok masyarakat didukung Purwokerto yang cukup kondusif. Naiknya pendapatan masyarakat dengan kenaikan UMK juga turut meningkatkan kemampuan untuk memiliki rumah. Aturan Bank Indonesia tentang uang muka minimal KPR, kata dia, tak memperlambat pertumbuhan kredit properti.

Di sisi yang lain, permintaan yang tinggi ini tak diimbangi oleh pasokan yang memadai. Karena itulah, harga properti akan terus merangkak naik. Kenaikan harga merupakan salah satu sumber keuntungan bagi investor. Saat dijual kembali, investor bisa memperoleh dari kenaikan harga tersebut.

“Kalau berminat, meski ada aturan uang muka, tetap beli. Saat ini paradigma konsumen properti berubah, tidak hanya sebagai tempat tinggal namun juga investasi. Seluruh hunian di Sapphire Grup tidak terdampak aturan tersebut, tetap laris manis,” terangnya.

Sementara itu, Branch Manager Sapphire Grup Regional Cirebon, Umar Husni menambahkan berinvestasi di dunia properti, selain mendapat keuntungan dari harga properti yang makin menanjak, juga mendapat cashflow yang bisa menjadi sumber pendapatan tetap apabila disewakan

Realitas tersebut melatarbelakangi Sapphire Grup menghadirkan varian hunian ideal sekaligus investasi. Standar yang diterapkan mulai dari prospek masa depan lokasi yang menjanjikan, mutu tekhnik serta desain bangunan, jaminan legalitas kepemilikan, hingga kemudahan layanan sejak pra hingga purna jual.

Di Cirebon, Sapphire mengembangkan tiga proyek sekaligus yakni yakni Sapphire Residence Kedawung, Sapphire Estate Ciperna, dan terbaru Sapphire Mediterania Arjawinangun. Sapphire Residence Kedawung berdiri di Jalan Sultan Agung Tirtayasa, Kabupaten Cirebon. Mengusung gaya arsitektur mediterania, tersedia tiga tipe rumah yakni 45/98 m2, tipe 54/120 m2 dan tipe 70/135 m2.

Sementara Sapphire Estate Ciperna, hadir tepat di depan pintu Tol Ciperna, Jalan Raya Ciperna. Berdiri di lahan seluas 4,2 hektar, tahap pertama pembangunan tersedia sebanyak 164 unit, juga dengan tiga tipe rumah yakni tipe 78/117 m2 satu lantai, tipe 90/117 m2 dua lantai, dan tipe 115/135 m2 dua lantai dengan aplikasi gaya arsitektur klasik modern.

“Lokasinya berdekatan dengan pasar induk Harjamukti, terminal, lapangan golf, dan RS Cermai. Juga berada satu kawasan dengan Sapphire Hotel,” ujarnya.

Sedangkan Sapphire Mediterania Arjawinangun berdiri di lahan seluas 2,1 hektar di Jalan Kedapang, Arjawinangun. Tersedia tiga varian tipe rumah, masing-masing Tipe 36/90, tipe 45/112, dan tipe 54/128.

“Sejak kali pertama proyek Arjawinangun di launching peminatnya banyak. Karenanya kami optimis Sapphire mampu mendominasi pasar penjualan properti khususnya perumahan di Cirebon,” imbuhnya. (Citrantara-)