Yuk, Pilah Pilih Bank KPR untuk Anda (1)

16795_photo   Belakangan ini, bank memang seperti berlomba untuk menarik perhatian  konsumen yang ingin mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Tidak heran, bermacam product gimmick dilakukan oleh kalangan bank. Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja. Namun jika dicermati, sebagai institusi bisnis yang mapan, sebenarnya bank telah memperhitungkan jumlah  keuntungan yang akan diambil dari setiap produk yang dikeluarkannya. Dalam konteks yang sahih, bank tentu ingin agar nasabahnya juga memiliki kemampuan untuk melunasi kredit yang diambilnya.

Untuk itu, sebagai konsumen Anda bisa cermati bank penyalur KPR beberapa hal-hal berikut ini. Dikutip dari berbagai sumber, artikel ini merupakan bagian pertama dari dua artikel Yuk, Pilah Pilih Bank KPR untuk Anda.

Cermati Tingkat Suku Bunga

Beragam bank dipastikan menawarkan tingkat suku bunga yang paling rendah dibanding dengan yang lainnya. Sebaiknya Anda harus cermati tingkat suku bunga KPR yang ditawarkan. Apakah hanya untuk satu tahun atau selamanya (flat). Nah, apabila ada bank yang menawarkan tingkat suku bunga KPR yang sama, pilihlah bank yang menawarkan dan fasilitas menarik.

Anda juga wajib tanyakan kepada pihak bank jika ada perubahan tingkat suku bunga KPR. Jangan sampai jika ada perubahan debitor tidak diberitahukan. Saat perjanjian kredit cermati point atau klausul yang menyebutkan penyesuaian tingkat suku bunga diberitahukan setiap 3 bulan, 6 bulan atau 9 bulan sekali.

Sebagai bank yang telah berpengalaman dalam menyalurkan KPR, BII selalu menyarankan setiap calon nasabah untuk berhati-hati dalam menyikapi fenomena tawaran bunga 0% ataupun tawaran menggiurkan lainnya.  Apakah tawaran bunga 0% dan tawaran menggiurkan lainnya itu identik dengan harga/biaya yang lebih murah?

 

Biaya Pengurusan

Biasanya saat memberikan KPR kepada nasabah, pihak bank biasanya mematok biaya tambahan seperti untuk administrasi, notaries, provisi, premi, asuransi dan lain-lain. Anda sebaiknya menanyakan biaya-biaya tersebut kepada pihak bank dan pilihlah yang paling murah.

 

Sistem Angsuran

Persoalan KPR dipastikan berhubungan dengan angsuran. Pihak bank menerapkan 2 sistem angsuran. Angsuran yang dibayar di muka (in advance) dan angsuran yang dibayar di belakang (in arrear). Sistem in advance merupakan pembayaran angsuran pertama yang dilakukan pada saat pencairan KPR. Sementara in arrear yakni debitur KPR melakukan pembayaran angsuran pertama pada satu bulan kemudian.

 

Denda

Banyak debitur yang berkeinginan untuk melunasi KPR sebelum waktunya. Hanya saja, ada beberapa bank yang mempersulit hal itu, meskipun bisa akan melakukan denda atau penalti. Nah, sebaiknya saat Anda ingin mengajukan KPR tanyakan secara jelas dan kalau berunding jika ingin mengubah tenggang waktu pinjaman, apakah ada masalah atau tidak.

 

Laporan Rekening

Mintalah laporan rekening secara berkala kepada pihak bank saat ada akan akad kredit. Sebaiknya laporan tersebut dikirimkan tiap bulan, triwulan atau tahunan tentang perkembangan angsuran KPR yang Anda angsur ke pihak bank. Haryanto (rumah123.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *