YUK KENALI JENIS SERTIFIKAT TANAH

Share this:

Pembeliaan properti tidak hanya sekedar perpindahan kepemilikan dari penjual ke pembeli tetapi juga tentang legalitas tanah dan bangunannya. Setiap pembeliaan properti pasti akan diberikan sertifikat untuk menunjukan keabsahan legalitas suatu tanah dan bangunan.
Bagi yang sudah terbiasa membeli properti pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam proses dan detail nya. Tetapi bagi yang baru pertama kali membeli, ada baiknya perlu mengetahui tentang dokumentasi tertulisnya. Penasaran apa saja jenis dokumen atau sertifikat yang berhubungan dengan pembelian suatu properti. Yuk simak informasi selengkapnya.
1. Sertifikat Hak Milik (SHM)
Sertifikat hak milik (SHM) merupakan jenis sertifikat dengan kepemilikan penuh hak lahan dan tanah yang dimiliki oleh pemegang sertifikat tersebut. SHM tidak memiliki batas waktu sehingga bisa diwarisakan juga menjadi bukti paling kuat untuk kepemilikan rumah. Properti dengan sertifikat SHM akan membuat nilainya menjadi tinggi jika dijual.
2. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
Sertifikat hak satuan rumah susun (SHSRS) berlaku untuk kepemilikan seseorang atas rumah vertikal seperti apartemen atau rumah susun yang dibangun diatas tanah dengan kepemilikan bersama. Pada sebuah apartmen atau rumah susun terdapat strata title, adalah sistem pembagian tanah dan bangunan dalam satu unit. Jangka waktu strata title mengikuti status tanah tempat bangunan berdiri.
3. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
Sertifikat hak guna bangunan (SHGB) merupakan setifikat yang digunakan untuk mendirikan atau mempunyai bangunan diatas tanah yang bukan miliknya sendiri. Misalnya tanah milik pemerintah atau yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. SHGB berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun. Namun SHGB bisa ditingkatkan menjadi SHM dengan persyaratan tertentu di Badan Pertanahan.