Uang Muka KPR : Pintu Lebar untuk yang Membayar Lebih

kpr fasMenggunakan KPR (kredit pemilikan rumah) bagi konsumen yang berkantong pas-pasan memang sangat diuntungkan. Tanpa harus memiliki uang senilai harga rumah, konsumen bisa mendapatkan rumah itu. Cukup berbekal sejumlah salinan dokumen, bank bakal menalanginya. Pendeknya, menggunakan KPR dari satu bank si konsumen dapat melenggang mulus ke rumah idaman.

Satu hal lagi, biasanya nasabah KPR mensyaratkan uang muka bagi nasabah KPR. Besarnya bervariasi, tergantung bank bersangkutan. Ada sejumlah bank yang memasang angka 20% dari harga rumah. Namun, ada pula bank yang memasang angka berbeda.

Pendeknya, untuk bisa melenggang ke rumah idaman, nasabah KPR harus menyediakan uang muka. Meski begitu, berapa pun besaran uang muka yang dipajang bank, tetap saja nasabah dinyamankan dengan adanya fasilitas itu. Karena, konsumen bisa menempati rumah idaman dengan uang yang relatif sedikit.

Dan, kalau nasabah membayar uang muka yang jumlahnya jauh lebih kecil ketimbang harga rumah, itu hal yang lumrah. Rasanya hampir semua nasabah KPR menempuh cara tersebut. Tapi, kadangkala ada pula nasabah yang memilih membayar uang muka melebihi angka yang dipatok bank. Misalnya, membayar uang muka yang nilainya melebihi 50% dari harga rumah yang dicicil. Walau jarang terdengar, itu sangat diperbolehkan.

Terhadap nasabah yang ingin membayar uang muka melebihi patokan, sejumlah bank membuka pintu selebar-lebarnya. Setelah menganalisis dan memperkirakan bahwa nasabah mampu melunasi KPR sesuai ketentuan, bank itu akan meloloskan permintaan nasabah tersebut.

Lantas, seperti apakah ketentuan yang berlaku untuk nasabah yang agak spesial itu? Apakah ia mendapatkan sejumlah keistimewaan seperti mendapatkan bunga yang lebih rendah? Ternyata tidak. Untuk nasabah tersebut, bunga yang dikenakan sama dengan mereka yang membayar uang muka lebih kecil.

Begitu pula dalam hal asuransi, tidak ada kekhususan buat nasabah khusus tersebut. Sekadar informasi, nasabah yang membayar uang muka melebihi patokan, otomatis memendekkan jangka waktu KPR. Nah, di sini, jangka waktu asuransi otomatis mengikuti jangka waktu kredit yang telah diperpendek itu, tidak mengikuti jangka waktu standar.

Memang, sekilas terkesan bahwa nasabah yang membayar uang muka melebihi patokan standar tak mendapatkan manfaat apapun. Tidak begitu. Ini pandangan yang terlalu menyederhanakan persoalan. Sebenarnya, dengan membayar uang muka lebih besar, nasabah mendapatkan sejumlah keuntungan. Apa saja?

Pertama, nasabah tak bakal diberatkan dengan lamanya jangka waktu KPR. Dengan membayar uang muka lebih besar, jangka waktu KPR otomatis memendek. Kedua, nasabah tak direpotkan oleh cicilan bulanan yang besar. Karena, kian besar uang muka yang dibayarkan, kian kecil nilai plafon kredit yang diambil. Otomatis, cicilan per bulan mengecil.

Begitulah, kadang ada nasabah KPR yang mengambil langkah agak berlainan seperti itu. Mereka memilih membayar uang muka dalam jumlah yang lebih besar ketimbang patokan standar. Tentu saja, nasabah tersebut biasanya berasal dari kalangan menengah ke atas. Karena itu, nasabah tersebut mempunyai banyak dana untuk membayar uang muka. rumah123.com