Survei BI: Kenaikan Harga Properti Residensial Meningkat

inflation effect2Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan II-2014 mengindikasikan adanya peningkatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer. Dalam publikasi BI, Selasa (12/8) disebutkan bahwa hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan II-2014 yang tumbuh sebesar 1,69% (qtq), lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,45% (qtq).

Peningkatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, khususnya rumah tipe kecil. Untuk triwulan III-2014, hasil survei memperkirakan harga properti residensial akan tumbuh 0,89% (qtq), lebih rendah daripada pertumbuhan pada triwulan II-2014.

Meskipun terjadi peningkatan kenaikan harga, volume penjualan properti residensial masih tetap tumbuh. Hasil survei menunjukkan volume penjualan properti residensial tumbuh sebesar 36,65% (qtq) pada triwulan II-2014, naik signifikan dari 15,33% (qtq) pada triwulan sebelumnya sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan masih positifnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial terutama bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang (62,35%) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan. Sebanyak 73,69% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *