Suku Bunga Tinggi, Ambil KPR Kini atau Nanti

bunga tinggiSaat ini, di antara Anda boleh jadi tengah menimbang sebuah hal: mengambil KPR (kredit pemilikan rumah) sekarang atau menunggu suku bunga turun? Itu wajar. Sangat mungkin yang berpikir sama dengan Anda berjumlah banyak.

Maklum, bunga KPR nan tinggi terkait erat dengan harga rumah yang dibeli lewat KPR, juga dengan nilai cicilan per bulan. Jadi, Anda—dan mungkin banyak orang lain, berpikir bahwa dengan mengambil KPR tatkala bunganya sudah turun, uang yang dihemat bisa banyak: nilai cicilan per bulan lebih rendah, begitu pula dengan harga rumah.

Seperti kita ketahui bersama, dewasa ini bunga KPR memang tengah meninggi. Secara garis besar, kita bisa mengatakan bahwa kini bunga KPR berkisar 11%. Inilah sebuah antiklimaks dari kondisi sebelumnya: era obral bunga KPR.

Ya, satu tahun atau dua tahun lalu kita bisa dengan mudah menemui bank yang pasang bunga KPR rendah. Sejumlah bank bahkan berani mengusung bunga 6%-7% untuk setahun pertama; bunga KPR saat itu secara umum berkisar 9%. Saat era obral bunga KPR berlangsung, Anda mungkin tak berpikir lama untuk membeli rumah via KPR. Tapi, itu dulu. Kini bunga KPR yang tinggi membuat Anda berpikir dua kali.

Nah, bagaimanakah sebaiknya? Mengambil KPR sekarang atau menahan diri demi menunggu bunga KPR menurun? Bagaimana kalau sudah menunggu beberapa bulan atau lebih dari setahun bunga KPR tak kunjung turun? Bukankah kita rugi karena membuang waktu?

Sesungguhnya tak ada salahnya kalau Anda membeli rumah via KPR sekarang juga, tak perlu menunda. Sebab, di balik bunga yang tinggi, sesungguhnya ada peluang emas. Kini, menyiasati bunga KPR yang mau tak mau harus meninggi, kalangan bisnis properti menggelar sejumlah kiat untuk meringankan nasabah KPR.

Beberapa pengembang perumahan terdesak oleh bunga KPR yang terkerek. Tak ayal, mereka menggelar sejumlah kiat untuk memancing banyak pembeli. Misalnya, ada pengembang menyuguhkan fasilitas berikut untuk pembeli: uang muka bisa diangsur beberapa kali. Lantas, ada pula pengembang yang tak sungkan memberikan hadiah langsung kepada pembeli. Dengan program promosi itu, pengembang berharap bisa memancing banyak pembeli. Oh, ya, untuk menggelar kiat itu, pengembang bekerja sama dengan bank pengguyur KPR.

Jelaslah, bunga yang tinggi tak 100% identik dengan kerugian bagi Anda yang ingin mengambil KPR. Toh, ada fasilitas yang bisa Anda reguk; fasilitas yang bersumber dari pengembang yang ingin penjualannya tak tersendat. Jadi, walau harus membayar bunga tinggi, Anda bisa menikmati sejumlah keuntungan lain. Misalnya, seperti yang telah kita singgung, Anda bisa mengangsur uang muka, juga bisa menikmati hadiah langsung yang disajikan pengembang, seperti gratis sejumlah perabot.

Jadi, kalau Anda tengah bimbang, sekarang langkah Anda sudah pasti: sekaranglah saatnya membeli rumah via KPR. Soalnya, kalau jeli, Anda bisa memetik keuntungan dari fasilitas yang digelontorkan sejumlah pengembang.

Akhir kata, rasanya bunga KPR nan tinggi masih berlangsung setidaknya sampai triwulan ketiga tahun ini. Lalu, akankah musim obral bunga kembali lagi? Itu tentu sangat tergantung dari kondisi perekonomian makro negeri ini. Jadi, kalau Anda ingin menggaet rumah baru via KPR, mengapa harus menunda? rumah123.com