Sapphire Grup Memasuki Penjualan Akhir

tipe-45Setelah menerima penghargaan The Best Property and Development of The Year (2011) dari Indonesian Achievement Foundation (IAF) Jakarta akhir tahun lalu, tingkat kepercayaan atas produk Sapphire Grup makin menguat.

Kepercayaan dari perbankan juga meningkat. Sehingga memungkinkan Sapphire Grup memberi fasilitas  uang muka (UM) hanya 10 persen. Fasilitas yang sangat mempermudah konsumen ini, dipadukan dengan tren bunga perbankan yang turun. Beberapa bank yang sudah menjalin kerja sama dengan Sapphire Grup menyediakan KPR dengan bunga mulai 7 persen.

Kepercayaan konsumen memungkinkan produk Sapphire Grup memasuki penjualan tahap akhir lebih cepat dari target. General Manager Regional I, Sofan Prayugo menyatakan stok rumah yang lebih besar dari tipe 73 sudah habis. Hanya tinggal tipe menengah tersisa di Sapphire Town House yang mengusung desain modern minimalis. “Listrik dan saluran PAM pun sudah masuk,” kata Sofan.

Antusiame ini ditampung pengembang dengan memindahkan kantor pemasaran. Untuk memudahkan konsumen menggali informasi Sapphire Town House, kantor pemasaran yang kini pindah ke Jl Gerilya Timur ke Jl Jend ral Soedirman Timur No 863. “Sapphire Town House menghadirkan hunian yang nyaman dan elegan. Lokasi yang strategis membuatnya memiliki nilai jual kembali yang berlipat,” jelasnya. [pullquote style=”right”] Investasi dalam bentuk rumah memang menjanjikan. Sehingga membuat konsumen berebut. Selain sebagai hunian, rumah bisa dijadikan sarana investasi.[/pullquote]

Sementara itu, Sapphire Residence Karang Wangkal langsung mencapai 70 persen penjualan. Produk hunian dan investasi di dekat kampus Unsoed itu kini menjadi yang terlaris di seluruh cabang, dan dipastikan segera habis. Ini tak lepas dari fasilitas uang muka ringan yang memahami kebutuhan finansial konsumen .

Area Manajer Sapphire Residence Karangwangkal, Ari Kurniati menyebutkan, tipe 36/90 hanya perlu uang muka sebesar Rp 13 juta. Lokasi yang diapit kampus Unsoed dan tak jauh dari UMP itu kini hanya menyisakan tipe 36 dan tipe 45. Selain itu, tersedia tanah kavling siap bangun bagi yang ingin mengubah bentuk. “Semua memasuki tahap akhir penjualan,” kata dia.

Menurut Direktur Utama Sapphire Grup Ali Rofi, investasi dalam bentuk rumah memang menjanjikan. Sehingga membuat konsumen berebut. Selain sebagai hunian, rumah bisa dijadikan sarana investasi.

Tentu tak asal membeli. Untuk berinvestasi dalam bentuk hunian ada sejumlah prasyarat, diantaranya lokasi strategis, kualitas bangunan bermutu, desain berkelas, dan dibangun oleh pengembang
terpercaya.“Keuntungannya lebih banyak dari pada investasi dalam bentuk lain,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng ini.

Tak hanya di Purwokerto, Sapphire Grup juga melayani permintaan konsumen di berbagai wilayah Pantura. Setelah Indramayu dan Cirebon, serta Slawi, Bumiayu dan Pemalang, secara berturut-turut produk hunian sekaligus investasi ini hadir di Pekalongan, Tegal dan Brebes. Selain di wilayah Pantura, Sapphire membuka proyek-proyek baru di Ciamis, Tasikmalaya hingga Banjarpatroman.

Proyek proyek baru ini makin membuktikan Sapphire Grup sebagai pengembang yang berkualitas dan terpercaya. Brand Sapphire Grup merupakan jaminan atas produk produk hunian yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Barat (SG)