Sapphire Grup: Jangan Tunda Investasi Properti

sapphire grup 54HARGA properti di Indonesia terus melesat naik. Maka bagi konsumen, menentukan waktu kapan harus membeli properti adalah hal yang sangat penting. Ketidaktepatan waktu akan menyebabkan potensi kerugian. Sebab, sekarang harga properti susah ditebak dan cenderung naik terus.

Kenaikan harga properti rata-rata bisa mencapai 15-20 persen per tahun. Kondisi ini terdorong permintaan terhadap properti selalu meningkat. Sedangkan jumlah pasokan tidak dapat mengimbangi kenaikan jumlah permintaan.

“Jawabannya, lebih cepat lebih baik. Tidak perlu menunda membeli properti jika anda telah memiliki kemampuan finansial yang mencukupi. Terlebih saat ini fasilitas kredit pemilikian rumah (KPR) sangat mudah diakses konsumen,” ungkap Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Ali Rofi kemarin.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kata dia, tentunya akan mendongkrak harga properti. Itu karena biaya konstruksi pun ikut terdorong sebagai akibat kenaikan bahan baku bangunan dan transportasi.

Karenanya, inilah saat yang tepat untuk membeli unit properti. Dengan harga yang masih rendah saat ini, konsumen dapat segera memanen keuntungan sesaat setelah BBM naik dan perbankan mengkoreksi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Double Untung

Branch Manager Sapphire Grup Regional Tegal, Mubarak menambahkan dari bisnis properti, ada dua pendapatan yang bisa mengucur. Pertama, keuntungan modal alias capital gain yang diperoleh dari selisih harga beli dengan harga jual. Kedua, pendapatan pasif dari penyewaan aset properti.

Realitas tersebut melatarbelakangi Sapphire Grup menghadirkan varian hunian ideal sekaligus investasi. Standar yang diterapkan mulai dari prospek masa depan lokasi yang menjanjikan, mutu tekhnik serta desain bangunan, jaminan legalitas kepemilikan, hingga kemudahan layanan sejak pra hingga purna jual.

Di Pantura Jawa Tengah, Sapphire Grup baru saja meluncurkan hunian seluas lahan seluas 12.259 meter persegi di Jalan Ir H Djuanda, Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru, Slawi-Tegal. Tiga varian type hunian ditawarkan yakni type 45/112 m2, type 58/120 m2, dan type 70/105 m2.

“Tidak lama lagi segera menyusul Sapphire Mediterania Pekalongan. Mengingat proyek sebelumnya yakni Sapphire Residence Pekalongan telah ludes terjual. Itu artinya, antusiasme dan kepercayaan pasar terhadap hunian tapak milik Sapphire sangat tinggi,” ujarnya.

Diterangkan, tidak sampai setahun proyek yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Samborejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan itu sold out. Lokasi yang strategis, bebas banjir dan rob, desain bangunan berkelas juga mutu yang baik menjadikan hunian Sapphire incaran para konsumen.

Sementara di Tegal, Sapphire Residence juga memasuki pengembangan tahap kedua dilahan seluas empat hektar. Sehingga, saat ini total mencapai delapan hektar dengan jumlah unit rumah sebanyak 437 buah. Sapphire Residence berdiri di Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Sapphire Residence Tegal menyediakan tiga varian rumah, masing-masing tipe 36/90, tipe 45/112, dan tipe 73/135.

Selain Sapphire Residence, lanjut Husni, di Tegal juga hadir hunian khusus kelas premium yakni Sapphire Estate yang mengusung gaya arsitektur klasik modern. Berdiri di pusat kota, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Mergadana, Kota Tegal, Sapphire Estate menyediakan hunian dua lantai tipe 78/108 m2 dan tipe 95/126 m2.

Sementara itu, di Brebes, Sapphire Residence Brebes berdiri di Jalan Yos Sudarso dan hanya menyisakan 14 unit rumah. Sedangkan di Pemalang, Sapphire Residence hadir di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Beji Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. (Citrantara-)