Sapphire Grup: Inovasi Terbaik Hunian sekaligus Investasi

Jadilah bagian dari konsumen cerdas yang menetapkan syarat betapa sebuah hunian yang pantas dibeli hanyalah ia yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana investasi. Bergabunglah bersama kelompok konsumen bercitarasa tinggi, yang menyadari bahwa tempat tinggal kita sejatinya menunjukkan sudah atau mau sesukses apa hidup keluarga kita. Hanya konsumen macam inilah yang “berjodoh” dengan jenis hunian yang ditawarkan Sapphire Grup.

Kemampuan untuk menyadarkan konsumen pentingnya investasi inilah yang mendorong apresiasi positif bukan saja dari pasar, melainkan dari para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan perbankan. Buktinya, PT. Sapphire Sukses, induk perusahaan yang menawarkan hunian sekaligus investasi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang menerima penghargaan dari tiga menteri, Juni 2012 di Jakarta. [pullquote style=”right”]Keberanian menetapkan standar seperti itulah yang berbuah sambutan hangat dari konsumen, dan sambutan tersebut mendorong kami terus meningkatkan mutu[/pullquote]Penghargaan double award yaitu Indonesia International Creative and Innovative Award (IICIA) dan Indonesia International Quality Service Excelent Award (IIQSEA) ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Ir. Mohamad S. Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Eka Pangestu serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Masyarakat, Agung Laksono. “ Menjadi kreatif dan inovatif dari segi tata kelola perusahaan, dan memberikan keuntungan ganda bagi setiap konsumen kami, sudah menjadi visi sekaligus napas keseharian yang menghidupi Sapphire Grup,” ujar Direktur Utama, Ali Rofi.

Pria yang juga Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng ini menyebutkan, inovasi dalam tata kelola perusahaan satu diantaranya dengan pengelolaan proyek oleh para mitra, yang dibingkai melalui Kerja Sama Operasional (KSO). Para mitra pun memiliki kompetisi bulanan untuk menjadi yang terbaik dari segi pengelolaan proyek yang berujung pada peningkatan kualitas produk dan kepuasan konsumen. Mengungguli puluhan proyek lain di Jateng dan Jabar, Sapphire Residence Tasikmalaya meraih predikat Proyek Terbaik sekaligus Manajer Area Terbaik.

Pembaharuan

Sapphire Residence Tasikmalaya menjadi yang terbaik boleh dikata justru ketika proyek baru saja dimulai dengan peletakan batu pertama, awal September. Berada di titik utama yang diproyeksikan menjadi pusat kota Tasikmalaya lima tahun mendatang, Jalan Letnan Harun, proyek sekaligus menandai hadirnya desain baru yang merupakan penyempurnaan desain klasik mediteranian tahun 2012. “Proyek memang belum berjalan, tetapi keberanian menyuguhkan inovasi baru ditengah produk sebelumnya yang sudah laris, jelas patut diapresiasi,” ungkap Ali Rofi.

Pada minggu pertama pembukaan pemasaran, sebanyak 11 unit telah dipesan. Pada kawasan tersebut disediakan ruko tipe 150, hunian dan investasi bertipe 45/105 m2, 54/114 m2 dan 73/144 m2 sebanyak total 274 unit diatas lahan seluas 5,6 hektar. “Respon konsumen Tasikmalaya terhitung cepat sekali, sehingga kami kebut pembangunan rumah contoh dan kawasan. Umumnya konsumen memang sadar untuk membeli sekarang sebelum lokasi yang kini menjadi pusat pemerintahan baru itu cepat menjadi kota dengan harga tanah dan bangunan yang melambung, selain mereka sudah tahu standar mutu produk kami seperti di Sapphire Residence Ciamis,” ungkap Area Manager, Syam Dhany W.

20% Pertahun

Selain proyek yang telah usai, puluhan proyek kini dikelola oleh mitra perusahaan yang tersebar di Regional I Purwokerto, Regional II Pantura dan Regional III Jawa Barat. Area Manager Sapphire Residence Pemalang, Mubarak menuturkan, umumnya konsumen puas pada aspek model rumah, mutu bangunan, kualitas layanan dan kesediaan Sapphire memberikan kemudahan-kemudahan bagi konsumen. “Keberanian menetapkan standar seperti itulah yang berbuah sambutan hangat dari konsumen, dan sambutan tersebut mendorong kami terus meningkatkan mutu,” ujarnya.

Area Manager Sapphire Residence Ciamis, Fadli menuturkan, masyarakat Jabar dan Jateng kian sadar untuk melihat perumahan tidak sekedar sebagai produk hunian. Rumah haruslah mampu menjadi instrument investasi yang melindungi penghasilan masa kini konsumen, dari ancaman inflasi yang menurunkan nilai mata uang. “Sehingga lewat property kami, konsumen sekaligus bisa memiliki investasi yang nilainya naik dari waktu ke waktu, sekaligus sebagai warisan berharga bagi masa depan keluarga,” imbuhnya. Pada lokasi paling strategis, kami targetkan kenaikan hunian yang dibeli konsumen minimal 20% per tahun, jauh dari bunga deposito maupun angka inflasi,”.

Ia mengilustrasikan, seseorang bisa menabung dalam bentuk rupiah sebesar 1 juta per bulannya dengan menyisihkan penghasilannya. Namun nilai uangnya niscaya menurun, karena kenaikan suku bunga tidak sebanding meroketnya inflasi. “Sedangkan lewat properti yang tepat, tabungan anda bukan saja menghasilkan hunian yang bisa dihuni atau dikontrakan sehingga memiliki nilai produktif, melainkan juga harganya terus naik dari waktu ke waktu,” imbuhnya. (SG)