Rumah Masih Jadi Impian Bagi Masyarakat

sapphire grup 53Kemampuan masyarakat mengangsur kepemilikan rumah, rupanya berdampak pada penurunan jumlah pinjaman perbankan untuk pembiayaan perumahan. Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat Iskandar Saleh mengatakan, telah terjadi penurunan daya beli rumah oleh masyarakat. Turunnya kepemilikan rumah ini disinyalir karena daya beli rendah dan sulitnya masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses kredit perumahan.

“Dari tingkat persentase, pada 2009, tingkat kepemilikan rumah masih sekitar 79 persen. Namun pada 2010, angka itu turun menjadi 78 persen. Ada indikasi bahwa masyarakat kini lebih memilih tinggal di rumah sewa karena daya beli rumah lemah dan kesulitan dana untuk kredit perumahan,” kata Iskandar dalam diskusi Tabungan Perumahan Nasional Demi Menjamin Kepastian Ketersediaan Hunian Layak.

Kesulitan masyarakat mendapat kredit perumahan, kata Iskandar, disebabkan sulitnya perbankan menyediakan dana jangka panjang untuk pembiayaan KPR, sementara bank terikat pendanaan jangka pendek. “Dana murah untuk jangka panjang sulit hadir. Dalam persaingan pasar modal, misalnya dengan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk pendanaan jangka panjang, harus bersaing dengan surat utang negara (SUN),” ujarnya.

[pullquote style=”right”]Rumah yang layak merupakan impian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi mereka, rumah tak sekedar tempat berteduh, tapi juga sebagai istana[/pullquote]

Dalam kesempatan yang sama, Iqbal Latanro, Direktur Utama Bank Tabungan Negara, mengatakan bahwa untuk memenuhi tujuan menyediakan rumah bagi masyarakat terutama berpenghasilan rendah, jangan sampai aturan birokrasi mengorbankan tujuan tersebut. Ia membenarkan masalah sumber dana jangka panjang untuk perumahan memang langka dan mahal. Untuk mengatasi permasalahan dana jangka panjang, Iqbal mengusulkan agar Tabungan Perumahan Nasional (Tapernas) segera disahkan menjadi undang-undang. Program Tapernas ini akan mengikat kontrak untuk menabung dengan suatu jumlah dana tertentu secara rutin.

Bisa dalam periode mingguan, bulanan, sampai jangka waktu tertentu untuk memenuhi sebagian kebutuhan dana masyarakat dalam memperoleh rumah. Menanggapi hal ini, Sekretaris Menteri Perumahan Rakyat Iskandar Saleh menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong terbentuknya Tapernas. Sayangnya, Tapernas belum dapat dilaksanakan karena menunggu pengesahan RUU Perumahan dan Kawasan Pendidikan yang baru ditargetkan.

Sumber