Properti Bandung Tumbuh 15 Persen

properti bandungBANDUNG, KOMPAS.com – Kendati secara umum, sektor properti tahun ini akan mengalami perlambatan ketimbang 2013, namun di Bandung, Jawa Barat, pertumbuhan diprediksi masih di atas 15 persen.

Menurut Wakil Ketua DPP REI yang juga CEO Margahayu Land, Hari Raharta Sudrajat, sektor properti Bandung belum mencapai puncaknya dan masih akan menggeliat hingga beberapa tahun mendatang.

“Permintaan dan tingkat hunian tinggi, sementara pasokan stabil. Ini menandakan bahwa pasar properti Bandung masih bergairah. Aturan LTV, pengetatan kredit, kenaikan suku bunga bahkan pelarangan KPR Inden untuk rumah kedua dan seterusnya, memang relatif mengganggu penjualan, tapi transaksi tidak terlalu menurun. Saya perkirakan pertumbuhan tetap positif namun tidak akan melebihi 15%,” ungkap Hari kepada Kompas.com, Jumat (3/1/2014).

Berdasarkan survei Bank Indonesia, properti komersial Bandung untuk berbagai sektor memperlihatkan pertumbuhan positif. Untuk perkantoran sewa, hingga kuartal III 2013, dari jumlah pasokan kumulatif seluas 89.510 meter persegi, telah dihuni sebanyak 87,36 persen. Tingkat hunian ini tumbuh dibanding kuartal sebelumnya 86,69 persen. Peningkatan juga terjadi pada tarif sewa sebesar 1,30 persen menjadi Rp 145.938 per meter persegi per bulan.

Demikian halnya dengan ruang ritel, mengalami pertumbuhan sebesar 2,85 persen dalam tingkat hunian dan 9,76 persen dalam tarif. Tingkat hunian saat ini berada pada posisi 92,76 persen dari total pasokan kumulatif seluas 713.030 meter persegi. Sedangkan tarif sewa menjadi Rp 319.034 per meter persegi per bulan.

Di sektor pusat belanja strata, juga berada dalam kondisi stabil. Tingkat hunian mencapai angka 88,25 persen dari total pasok kumulatif seluas 190.000 meter persegi. Harga jual tercatat Rp 41,95 juta per meter persegi atau tumbuh 10,55%.

Sedangkan di sektor apartemen sewa, relatif tidak ada pasokan baru, padahal permintaan meningkat. Sehingga harga pun melesat 8,09% menjadi rerata Rp 220.799/m2/bulan, tingkat hunian menjadi 85,83% atau tumbuh 2,49%.

Sektor apartemen jual (kondominium) juga mengalami pertumbuhan positif yakni sebesar 85,58% untuk tingkat hunian. Lebih tinggi 2,07 persen dari periode sebelumnya. Sedangkan harga jual menjadi rerata Rp 13,3 juta/m2 atau naik 1,72%.

Sektor terakhir adalah hotel yang memperlihatkan kemajuan dengan kenaikan pasokan baru sebesar 9,12% atau 7.357 unit kamar. Tingkat okupansi mencapai 78,66% dengan tarif kamar rerata tembus ke angka Rp 1,1 juta per malam.

Sumber