Presiden: Pemerintah Daerah Harus Mempermudah Proses Perizinan

sapphire grup 79Hal ini diungkapkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2012 di Hotel Pullman, Jakarta 5/12/2012 lalu. Menurut presiden, kesejahteraan masyarakat, terutama bagi yang berpenghasilan rendah tidak semata tercipta hanya kaena peran dari pemerintah.Peran dunia usaha, termasuk sector property untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat juga sangat penting. Oleh karena itu, sinergi antara dunia usaha dengan pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat sangat diperlukan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuturkan dalam sambutannya di Rakernas REI 2012 mengatakan, mewujudkan pembangunan rumah sederhana sesuai kemampuan kelas bawah merupakan amanat konstitusi. “Bila kita saling bersinergi, akan lebih baik upaya kita untuk menambah jumlah rumah dan tempat hunian di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.Sector perumahan, lanjut Presiden SBY, mampu menciptakan lapangan kerja baru yang cukup signifikan. Saat ini, pemerintah tengah menyusun konsep agar pembangunan perumahan bisa membuka lapangan kerja yang lebih besar lagi.

“Usaha perumahan ini bisa menyumbang penciptaan lapangan pekerjaan. Untuk Rp. 1 miliar bisa menciptakan 100 pekerja sepanjang tahun. Berarti kalau Rp. 1 triliun maka 100 ribu (pekerja), kalau Rp. 5 triliun berari 500 ribu (pekerja),” jelasnya.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dapat mendukung agenda untuk mengurangi angka kemiskinan. “Sebab, bersamaan dengan itu akan tercipta banyak lapangan kerja baru sehingga pendapatan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Namun, untuk mewujudkan itu semua ada sejumlah kendala yang menghadang dalam pembangunan sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi. “ Jangan pernah menghambat pembangunan. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, selalu berupaya menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Presiden SBY. Presiden SBY juga meminta agar pemerintah pusat dan daerah membuka akses selebar-lebarnya untuk memudahkan arus investasi masuk. “Soal perizinan untuk penanaman modal dan investasi, tak usah diragukan. Saya telah menginstruksikan untuk kemudahan proses perizinan tersebut,” tegasnya.Lebih jauh, ia mengatakan, akan menugasi Menko Perekonomian, Menpera beserta REI menyusun strategi, konsep, rencana dan aksi yang mujarab agar pembangunan perumahan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar lagi. “Kalau sudah ketemu, cocok kewajiban pemerintah apa, kewajiban REI apa, kewajiban dunia usaha apa, kewajiban dunia usaha yang lain seperti apa,” ucap Presiden SBY. “Saya sudah minta kepada Pak Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, kembangkan aturan dan kebijakan yang kondusif untuk pengembangan perumahan, realestat dan property yang ada di DKI Jakarta ini,” lanjutnya.

Presiden SBY berharap ke depan REI semakin sukses sebagai organisasi dan semakin berkontribusi pada pembangunan sector perumahan. Ucapan terima kasih juga diucapkan presiden SBY atas upaya dan kontribusinya baik itu di REI dengan jajarannya serta Kementerian Perumahan Rakyat untuk benar-benar menyukseskan pembangunan di sektor perumahan.Selain itu, Presiden SBY menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta rakernas. “ Diperlukan kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat maupun daerah dengan unsure-unsur dunia usaha yang lain. Harapannya, upaya kita untuk menambah jumlah rumah di tahun mendatang bisa tercapai,” katanya. (Realestate, Vol. 6, Edisi 12, 2012)