Peraturan Pembatasan Nilai Agunan Kini Kurangi KPR Menjadi 15%

sapphire grup 117SolusiProperti.Com-Bank OCBC NISP dalam memperkirakan peraturan tentang pembatasan nilai agunan tempat tinggal akan berdampak mengurangi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 15%.

“Jadi dari seluruh portofolio KPR kami yang sekitar Rp800-900 miliar per bulannya dan diperkirakan akan ada dampak pengurangan sekitar 15%,” kata Direktur Bank OCBC NISP Rudy N Hamdani saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/6) malam kemarin.

Menurut dia dalam peraturan baru yang akan ditetapkan oleh Bank Indonesia pada 15 Juni 2012, tentunya akan ada semacam penyesuaian diri dari para calon pembeli mengenai pembayaran uang muka dan juga dari para pengembang tempat tinggal.

Upaya yang dilakukan oleh OCBC NISP, kata Rudy, adalah dengan menilik kepada sejarah pembayaran nasabah yang mengambil KPR.

“Jika dilihat dari keterangan pembayaran KPR sebelumnya, sepertinya tidak terlalu mengganggu penyaluran KPR OCBC NISP karena uang muka minimal yang dibayarkan sudah banyak yang sekitar 31%,” jelas Rudy.

Rudy menjelaskan jika terjadi pengurangan penyaluran KPR sebesar 15% tidak akan memberikan dampak yang signifikan kepada bank.

“Tapi, kalau nasabah kami adalah semacam pebisnis atau dia ikut menjadi nasabah layanan premier OCBC NISP, saya rasa tidak terlalu terganggu atas peraturan tersebut,” tambah dia.

Bank OCBC NISP akan memantau penyaluran KPR selama tiga bulan sejak diberlakukannya peraturan LTV oleh BI atau hingga bulan September.

Rudy menilai peraturan akan sangat berdampak kepada nasabah yang akan membeli rumah pertama karena uang muka tidak lagi dibawah 10-30%.

“Tapi kalau dampak ke orang yang ingin beli rumah kedua atau investasi, mungkin tidak terlalu bermasalah untuk mereka,” jelas dia.

Sumber