Penting… Plafon Gipsum Bisa Menjadi “Alarm” di Rumah Anda!


sapphire grup 004KOMPAS.com
– Tidak selamanya, keterbatasan sebuah bahan bangunan menyulitkan pemilik rumah. Jika Anda tidak percaya, berikut ini penjelasan Rachmawan Gunawan, Technical Representative PT Petrojaya Boral Plasterboard mengenai “keterbatasan” papan gipsum yang justru menjadi “kelebihannya” bagi Anda.

Kendala yang sering muncul dalam penggunaan papan gipsum adalah kerusakan ketika terjadi kebocoran. Untuk itu, ada baiknya, Anda melakukan tindakan-tindakan preventif sebelum musim hujan datang.

Anda dapat mengganti atap seng berkarat dan genteng retak, merapikan genteng yang keluar dari sambungannya, memastikan talang terpasang dengan baik, serta memperhatikan bila ada retak rambut di dinding Anda. Namun, bila kebocoran tetap terjadi, setidaknya plafon gipsum akan segera memberikan “peringatan” kepada Anda.

“Jika plafon gipsum terkena bocoran air, dalam waktu satu atau dua kali 24 jam sudah akan timbul tandanya,” ujar Rachmawan kepada Kompas.com akhir pekan lalu.

“Itu (tanda kebocoran) adalah alarm bagi pemilik rumah, bahwa telah terjadi masalah dengan atapnya sehingga dia bisa dengan segera memperbaikinya, sebelum kerusakannya menyebar. Bisa dibandingkan jika pemilik rumah menggunakan produk yang bereaksi tidak secepat itu seperti plywood atau bahkan material yang tahan air, mungkin tidak akan langsung terlihat,” ujarnya.

“Umpamanya hujan mencapai tiga hari berturut-turut, kalau tiga hari tidak ketahuan bocornya, maka air akan menggenang di atas plafon. Dan pada saat itu kondisi tersebut sudah sangat membahayakan, kabel diatas plafon bisa terjadi korsleting atau bahkan plafonnya jatuh. Sehingga kondisi tersebut baru diketahui ketika kerusakannya sudah terlalu luas,” lanjut Rachmawan.

Anda pun tidak perlu menunggu terlalu lama hingga kerusakan menyebar sampai seluruh plafon. Papan gipsum akan “memberi tahu” Anda mengenai masalah yang ada di atas plafon, segera setelah permukaan plafon terpapar air. Anda hanya perlu mengganti sebagian kecilnya saja. Pekerjaan menjadi lebih mudah, serta biaya yang harus Anda keluarkan juga lebih kecil.

“Misalnya, terjadi kerusakan 20×20 cm, kita cukup memotong bagian papan gipsum yang rusak tersebut, membuangnya dan menggantinya dengan potongan yang baru dengan metode “penambalan”. Kemudian lakukan pengomponan di sekilingnya, lalu tunggu hingga kering dan siap dilakukan pengecatan kembali. Jadi, semua ini bisa dilakukan dengan cepat, murah dan oleh siapa saja,” terang Rachmawan.

Bagaimana, Anda masih ragu menggunakan gipsum untuk plafon?

Sumber