Penting Mana, Mobil Murah atau Rumah Murah?

Simple-HouseJakarta -Pengembang properti mengeluhkan soal dukungan pemerintah yang minim dalam pembangunan rumah murah. Hal berlawanan justru terjadi ketika pemerintah justru memberikan dukungan insentif pajak untuk program mobilmurah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC).

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, untuk membangun rumah di Indonesia, seluruhnya menggunakan produk lokal. Kenyataannya sangat berbeda dengan mobil murah yang komponennya sebagian masih impor hingga 60%.

“Jadi pengembang itu sama sekali menggunakan produk lokal untuk membangun rumah. Tapi kita tidak pernah diberikan insentif. Tapi mobil murah, komponennya tidak semua impor tapi mendapat insentif,” ungkapnya seminaroutlook economy 2014 di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (18/11/2013)

Menurut Setyo, pemerintah tidak cukup serius untuk menyediakan rumah murah di Indonesia. Padahal diketahui kebutuhan rumah di dalam negeri masih mencapai 13,5 juta unit.

“Kan sayang saja kalau yang diberi insentif itu malah mobil murah,” sebutnya.

Ia memperkirakan, ke depan masyraat akan lebih cenderung untuk membeli mobil dibandingkan rumah. Sementara rumah merupakan kebutuhan pokok yang harusnya dimiliki. “Nantinya masyarakat tidak membeli rumah, jadi malah membeli mobil. Jadi tidurnya di mobil saja,” kata Setyo. detik.com