Penjualan Rumah Bekas Kini Naik 35%

sapphire grup 88SolusiProperti.Com-Seperti umumnya pasar sekunder industri properti khususnya hunian yang kini telah tercatat mengalami pertumbuhan di kisaran 35% sepanjang semester I-2012. Dalam pertumbuhan ini mengimbangi pertumbuhan rumah dan apartemen baru yang dibangun para pengembang atau pasar primer.

Head of Business Development Ray White Indonesia Erwin Karya menjelaskan, tumbuhnya pasar sekunder properti karena kondisi makro ekonomi dalam negeri relatif stabil. Dukungan semakin nyata terlihat usai pembatalan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.
“Makro ekonomi kita bisa lihat, dengan inflasi terjaga rendah. BBM juga nggak jadi naik,” tambahnya.[pullquote style=”right”]Jika di triwulan I memang mengalami pertumbuhan 35%, untuk sekarang (semester I) kurang lebih sama[/pullquote]
Erwin menyebut, sektor perbankan makin mendukung dengan menyuguhkan suku bungan KPR relatif rendah. Bunga KPR promosi rata-rata perbankan sudah menyentuh level terendah 6%.  “KPR diprediksi relatif stabil. Ada yang tawarkan 6%, dengan masa floating paling ada penambahan 3%-5%. Jadi tetap horizonnya jangka panjang,” tutur Erwin.
Wilayah Jabodetabek masih menjadi penopang pertumbuhan penjualan rumah seken.
Sebelumnya, Sales Manager situs properti rumah123 Meddy H. Papinka menerangkan, lima lokasi rumah favorit masyarakat adalah Bintaro, Bumi Serpong Damai (BSD), Cibubur, Harapan Indah Bekasi, Kelapa Gading serta Kemang.
Perburuan rumah seken harga Rp 400 juta-Rp 700 juta menjadi bidikan masyarakat. Kelima lokasi ini dianggap memilik akses lebih baik, serta infrastruktur yang sangat memadai.[sr]