Pengembang Malaysia Tawarkan Kondominium “Bebas” Tsunami

sapphire grup 92JAKARTA, KOMPAS.com – Konsumen Indonesia kini memiliki alternatif baru dalam memilih hunian di luar negeri. Eastern & Oriental Berhad (E&O), salah pengembang properti asal Malaysia, baru saja meluncurkan tower kedua dari Kondominium Andaman at Quayside, Penang, Malaysia.

Deputy Managing Director E&O, Eric Chan, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/9/2012), mengatakan, kondominium yang berada di semenanjung paling utara Pulau Penang ini sengaja dirancang agar mendapatkan kesan mewah dan nyaman dihuni. Konsumen dapat memilih delapan tata letak, mulai dari penthouse luas dengan kolam renang pribadi, unit dengan tiga kamar tidur, sampai unit dengan satu kamar tidur.

“Penang jadi pilihan menarik karena merupakan lokasi strategis bagi investor. Aksesnya langsung ke beberapa kota penting, bukan hanya di Malaysia, namun juga di Asia, termasuk Indonesia,” kata Eric.

Daya dukungnya, lanjut Eric, dalam beberapa tahun terakhir Penang berkembang menjadi salah satu tempat tujuan wisata medis kelas dunia. Selain itu, kawasan ini juga telah menjadi “tempat transit” untuk kepentingan pendidikan.

Eric menggaris bawahi, bahwa secara bisnis, Penang merupakan pilihan yang logis. Menurutnya, Penang telah memenuhi kriteria lahan siap huni, kelengkapan infrastruktur, akses yang mudah, banyaknya aktivitas ekonomi, sampai memiliki keunikan kebudayaan dan warisan masa lalu.

Miliaran rupiah

Sebagai hunian mewah dengan fasilitas lengkap, harga setiap kamar dalam kondominium Andaman at Quayside berada dalam kisaran miliar rupiah. Jumlah ini seakan merefleksikan kemewahan dan banyaknya fasilitas yang ditawarkan pada konsumen, mulai waterpark pribadi, clubhouse, area hijau, serta area terbuka.

“Dari 21 hektare biasanya dapat menampung 21 blok. Kami malah hanya membangun tujuh blok,” ujar Eric.

Jumlah tersebut, menurut dia, membuat Andaman at Quayside masih memiliki ruang terbuka cukup besar untuk kenyamanan penghuni. Selain itu, baik di lahan terbuka maupun dari setiap kamar, penghuni dapat menikmati pemandangan lepas dari Laut Andaman.

Eric mengklaim, selain aman dari kejahatan berkat adanya pagar melingkar dilengkapi jaringan kabel optik, CCTV, dan video motion detector, serta access control untuk kendaraan penghuni dan pengunjung, kondominium ini dinilai aman dari bencana, khususnya tsunami.

“Wilayah kami tsunami tested. Jarang sekali ketinggian tsunami mencapai 3,5 meter. Penang sudah aman dari ketinggian ini,” kata Eric.

Sumber