Pengembang Lirik Kawasan Hunian Khusus Lansia

sapphire grup 80Pengembangan kawasan khusus lansia kini mulai dilirik pengembang. Mengingat pangsa pasar yang cukup menjanjikan, yakni 10% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 23 juta orang adalah lansia.

Pengembangan perumahan kini tidak hanya menyasar para pasangan muda maupun para investor. Angin kencang tren pembangunan kawasan hunian kini sedikit bergeser dan menyasar para orang lanjut usia (lansia). Tak seperti pembangunan rumah lainnya, rumah khusus lansia ini dikembangkan dengan lebi mengutamakan aspek perawatan kesehatan penghuni.

Di Indonesia, pasar properti sangatlah besar sehingga menarik untuk dikembangkan. Hal ini ditandai dengan maraknya pengembang yang menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah untuk mengembangkan berbagai proyek properti di tanah air. Hasilnya, penjualan properti bak kacang goreng yang laris manis dipasaran.

Pendorong bertumbuhnya industri properti di Indonesia tidak lepas dari membaiknya perekonomian yang berjalan beriringan dengan meningkatnya daya beli masyarakat, khususnya terhadap properti. Dari tahun ke tahun, sub sektor perumahan juga mengalami pertumbuhan penjualan karena peningkatan daya beli masyarakat dan tingginya kebutuhan akan perumahan. Bahkan di 2013, pertumbuhan sektor properti Indonesia diprediksi akan mencapai 20%.

Selama ini, segmen pasar yag disasar pengembangan perumahan adalah segmen keluarga. Muda. Pangsa pasar segmen tersebut memang besar, tapi segmen pasar para lansia yang masih sedikit dilirik pengembang juga cukup menjanjikan. Misalnya dengan mengembangkan perumahan khusus para lansia.

Di dalam kawasan tersebut nantinya akan terintergrasi dimana para lansia dapat berkomunitas dan menikmati layanan yang tidak merepotkan di masa tua mereka. Sebab, beragam fasilitas yang memanjakan lansia akan disediakan mulai dari fasilitas kesehatan, pemberdayaan, pengembangan diri hingga aspek spiritual.

Dalam upaya mengelola dan memelihara komunitas lansia di kawasan tersebut, sejumlah model bisnis dapat dikembangkan. Misalnya, sistem sewa dan hak memiliki menjadi salah satu pilihan yang baik bagi lansia untuk menghuni sendiri maupun sebagai investor. Diharapkan, pengembangan kawasan hunian khusus lansia ini dapat meningkatkan kesejahteraan lansia di Indonesia di masa yang akan datang.

Idealnya, pengembangan kawasan hunian khusus lansia ada di daerah hunian yang sudah mapan, seperti Bintaro dan BSD. Pertimbangan lainnya adalah kedekatan para lansia dengan keluarga dan mudah dijangkau.

Potensi Besar

Secara umum, pengembangan kawasan hunian khusus lansia terbilang baru di Indonesia. Ada hambatan utama yang dirasa dapat menghambat pengembangan kawasan ini, yakni masi banyaknya pendapat di Indonesia bahwa lansia sebaiknya dirawat oleh keluarga terdekat. Namun, jika jeli melihat peluang maka pasar perumahan khusus lansia cukup besar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2010 silam, jumlah penduduk Indonesia yang mulai memasuki masa pensiun, yakni 55 tahun ke atas mencapai 22,44 juta orang. Sekitar 50% dari jumlah tersebut diperkirakan termasuk kalangan menengah keatas.

Dibandingkan negara berkembang lainnya, perkembangan lansia di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat. Pada tahun 2000, ada sekitar 14,4 juta lansia dan diprediksi pada 2020, jumlahnya akan bertambah dua kali lipat menjadi sekitar 28,8 juta orang. Presentasi lansia di Indonesia pada akhir 2010 sudah mencapai 23 juta orang atau 10% dari total penduduk.

Dengan jumlah sebesar itu, kehidupan lansia patut mendapatkan perhatian masyarakat yang menjadi bagian dari keluarga mereka. Pengembangan kawasan hunian khusu lansia yang biasa disebut juga senior living dapat menjadi salah satu solusi agar lansia menikmati sisa hidup dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan. (Real estate edisi 2 2013. Hal38-39)