Pemda Pelit Informasi, Investor Terpaksa Hati-hati

sapphire grup 95JAKARTA, KOMPAS.com – Prospek industri properti di luar Jawa akan meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur serta aliran dana investasi. Untuk itu, pemerintah daerah (pemda) diharapkan dapat membuka diri dan menginformasikan potensi lahan yang dapat dikembangkan.

“Seharusnya pemerintah daerah mulai berkampanye dan membuka diri menginformasikan soal karakteristik wilayahnya masing-masing agar investor pendatang menanamkan modalnya di sektor properti,” kata Direktur Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Dengan transparansi informasi, lanjut Ali, sikap kekhawatiran dan kehati-hatian investor mengenai karakteristik dan perilaku pasar yang khas dapat dikurangi. Selama ini, banyak investor tidak memiliki data mengenai pasar yang bisa dikembangkan menjadi kawasan hunian.

“Banyak investor pendatang masuk membangun properti di daerah, tetapi terkadang tidak mengetahui pasar setempat dengan baik. Dari situ, banyak investor pendatang yang kemudian berhati-hati, karena setiap daerah memiliki karakter dan perilaku pasar sendiri-sendiri,” paparnya.

Kendala lahan di daerah, lanjut Ali, menjadi permasalahan yang harus mulai diselesaikan pemda. Pemda sudah semestinya menyiapkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) daerahnya dengan baik.

“RTRW hanya salah satu faktor. Tanpa adanya RTRW yang baik, dikhawatirkan investor yang masuk jadi sporadis atau malah investor membangun pada satu wilayah tertentu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia, Fuad Zakaria, menilai ketidaksiapan pemda dalam menetapkan peraturan daerah tentang tata ruang menyebabkan pengembang menunda investasinya.

“Pengembang banyak yang menahan diri karena tidak adanya kejelasan peruntukan zona lahan,” ujarnya.

Sumber