Nilai “Booking” BTN Property Expo Lampaui Target

sapphire grup 0012JAKARTA, KOMPAS.com – Pengunjung hari terakhir BTN Property Expo 2013, Minggu (10/2/2013) malam, tetap ramai. Sampai sekitar pukul 18.00, pengunjung tidak henti-hentinya memasuki area Jakarta Convention Center (JCC).

Ternyata, bukan hanya ramai pengunjung, namun transaksi selama pameran juga dinilai berhasil baik oleh panitia, pihak Bank Tabungan Negara (BTN) serta Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Acara penutupan BTN Expo 2013 dihadiri oleh Direktur Utama BTN Maryono, Deputi Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, serta segenap jajaran direksi dan kepala-kepala cabang BTN.

“Setelah mendengar laporan dari penyelenggara (event organizer), saya merasakan kebanggaan, merasakan puas atas kerja karyawan dan karyawati BTN,” kata Dirut BTN Maryono, Minggu malam.

Ia juga mengungkapkan, sampai hari terakhir pengunjung BTN Property Expo 2013 mencapai lebih dari 174.000 pengunjung. Jumlah itu meningkat 80 persen hingga 85 persen dari BTN Property Expo sebelumnya.

“Jumlah ini melampaui target pengunjung yang berjumlah 150.000 orang,” ujarnya.

Selain itu, Maryono juga memperkirakan, nilai booking mencapai Rp 1,2 triliun. Menurut laporan penyelenggara pameran BTN Expo 2013 dari Adhouse Indonesia Cipta, Sudirman Zakaria, jumlah transaksi hingga Minggu sore mencapai Rp 1,15 triliun. Namun, ia optimistis, efek dari pameran ini baru akan terasa dalam dua bulan ke depan.

“Realisasi prospek mencapai dua sampai tiga bulan setelah pameran. Umumnya pengunjung mengambil referensi, kemudian rapatkan dengan keluarga,” ujar Sudirman.

Sudirman memprediksi, jika hari ini transaksi mencapai Rp 1,2 triliun, maka dalam dua hingga tiga bulan ke depan transaksi dapat mencapai Rp 5 triliun.

Seperti diberitakan sebelumnya, BTN menggelar BTN Property Expo 2013 di JCC, Jakarta, mulai Sabtu (2/2/2013) hingga Minggu (10/2/2013) kemarin. Pameran rutin setiap tahun ini digelar untuk kali ketiga dalam rangka ulang tahun ke-63 BTN. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pameran ini diikuti 220 pengembang dan menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan di seluruh Indonesia. Selama pameran berlangsung, masyarakat akan mendapatkan banyak fasilitas dan kemudahan KPR dan KPA.

Adapun penawaran tersebut meliputi jangka waktu kredit sampai 25 tahun, suku bunga 7,49 persen fix selama dua tahun pertama, uang muka 10 persen untuk rumah dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi, diskon provisi 50 persen, hingga potongan biaya asuransi hingga 40 persen. Dengan semua kemudahan tersebut, lanjut Maryono, target selama delapan hari ini mencapai 15.000 pengunjung.

“Kami targetkan bisa meraih booking KPR minimal Rp 1 triliun,” ujar Maryono.

Sumber