Meraba Prospek Properti di Tahun Sulit

095347_apartemenIndonesia Property Watch (IPW) merilis beberapa analisis mengenai prospek properti di tahun depan. Secara makro, para pengembang akan dihadapkan pada titik terendah pasar properti di tahun 2015.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengimbau para pengembang seharusnya tidak kehilangan akal untuk dapat beradu strategi di tahun sulit tersebut.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memasarkan properti di tahun 2015, seperti dikutip dari situs IPW, Sabtu (13/12/2014)

  • Kesiapan cash flow proyek untuk proyek yang telah kadung diluncurkan haruslah lebih solid karena akan dihadapkan pada penurunan penjualan proyeknya
  • Suku bunga konstruksi yang tinggi akan memberikan tekanan disamping naiknya bahan bangunan
  • Meskipun pasar masih menyimpan daya beli namun saat itu diperkirakan keputusan pembelian properti akan lebih selektif untuk proyek-proyek yang masih memberikan aspek fungsional dan bukan sebagai spekulasi, karenanya proyek-proyek yang unik dan mempunyai konsep jelas yang akan bertahan
  • Suku bunga KPR yang diperkirakan mencapai 13%-14% akan membuat end-user berpikir dua kali untuk membeli properti dengan kredit karenanya nafas panjang pengembang kembali diuji dengan strategi pembayaran cicilan bertahap
  • Pengembang yang akan meluncurkan proyeknya ada baiknya melakukan konsolidasi ulang berkaitan dengan timing kapan proyek akan diluncurkan

Di sisi lain beberapa peluang akan tetap tumbuh :

  • Tahun 2015 pemerintah akan fokus di infrastruktur sehingga potensi ke depan akan baik bagi perkembangan pasar properti
  • Masuknya investor asing menjelang dan sampai MEA 2015
  • Rupiah yang tertekan tidak selamanya buruk, bidang ekspor akan naik bersamaan dengan maraknya arus asing di kawasan industri
  • Properti komersial di kawasan dengan basis ekonomi industri akan tumbuh karena pasarnya masih besar
  • Apartemen untuk ekspatriat akan semakin marak
  • Apartemen menengah di kisaran Rp. 300 – 800 juta dan landed di kisaran Rp. 500 juta – 1 miliar masih cukup berpeluang
  • Di semester II tahun 2015 diperkirakan BI Rate akan turun untuk memberikan stimulus sektor riil karena tidak bisa selamanya dilakukan pengetatan
  • Setelah kawasan industri umumnya siklus pasar perkantoran akan segera naik diperkirakan tahun 2016

“Ketika secara umum pasar properti melambat di salah satu sisi, di sisi lain pasar properti di sektor lainnya akan memberikan peluang. Properti selalu dilihat sebagai dua sisi mata uang,” kata Ali.

sumber: detik.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *