Mengenal Rangka Atap Baja Ringan

Rangka Atap Baja Ringan2Kita sering membaca atau mendengar soal rangka atap baja ringan. Namun sebenarnya apa Rangka Atap Baja Ringan itu?

Rangka baja atap ringan adalah rangka dari baja tipis untuk menggantikan rangka atap kuda-kuda kayu. Rangka ini biasanya digunakan untuk bangunan gedung atau rumah.
Ketebalan baja ringan yang beredar di pasaran Indonesia berkisar 0,5 sampai 1 mm. Bahan baja yang dipakai merupakan baja mutu tinggi, biasa disebut High Tension Steel.

Berbeda dengan rangka kuda-kuda kayu, rangka baja ringan memiliki lapisan yang mempengaruhi ketahananannya. Selama ini dikenal di Indonesia lapisan anti karat yang umumnya dipakai adalah lapisan Z (Zinc) yang sering disebut Galvanis atau lapisan AZ (Aluminum dan Zinc). Masing-masing lapisan punya kelebihan maupun kekurangan sendiri.

Lapisan AZ lebih tahan korosif terhadap air garam, tetapi kurang tahan terhadap adukan semen atau mortar. Sebaliknya lapisan Z kurang tahan terhadap air garam, akan tetapi lebih tahan terhadap adukan semen atau mortar.

Sama seperti halnya dengan rangka atap kuda-kuda kayu, struktur rangka atap baja ringan bisa mampu menopang jenis genteng apapun dengan berbagai macam variasi berat genteng.

Namun harga rangka baja ringan lebih kompetitif jika dibandingkan dengan kayu dan umur pakainya relatif lebih lama dibandingkan dengan bahan kayu. Rangka baja ringan juga lebih efisien dibanding rangka baja konvensional yang berat dan mahal.

Selain itu, penggunaan rangka baja ringan bisa mengurangi penebangan pohon sehingga tidak mengganggu ekosistem hutan.

Sapphire Grup menggunakan rangka atap baja ringan dalam produk huniannya. Ini sesuai dengan misi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan keuntungan investasi bagi masyarakat. Dampak pengurangan penebangan hutan yang dihasilkan, sesuai dengan visi menjadi perusahaan swasta nasional berkelas dunia. Tren perusahaan global yang mendukung ekosistem yang hijau ini sesuai dengan visi kami.

Sapphire Grup memiliki beberapa cabang di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Meliputi Purwokerto, Ajibarang, Bumiayu, Tegal, Cilacap, Pemalang, Pekalongan, Cirebon, Indramayu dan Tasikmalaya.