KPR Masih Pilihan Utama

sapphire grup 42JAKARTA, KOMPAS.com – Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam transaksi pembelian properti residensial. Konsumen semakin berminat karena suku bunga KPR semakin menurun.

Hasil survei Bank Indonesia pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan, sebanyak 83,22 % pembelian properti dengan KPR dimanfaatkan oleh konsumen terutama, untuk rumah tipe kecil. Konsumen banyak tergiur memanfaatkan suku bunga KPR dari perbankan, khususnya kelompok bank persero dengan bunga antara 9 % – 12 %. Setelah KPR, 13,37 % konsumen masih menyenangi penggunaan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil 8,30 % konsumen melakukan transaksi dalam bentuk tunai keras.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan pengembang, terungkap bahwa hingga saat ini dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan untuk pembangunan properti. Berdasarkan survei yang diumumkan pekan lalu tersebut, sumber pembiayaan properti dari dana internal perusahaan itu sebagian besar berasal dari modal disetor (24,65 %), laba ditahan (23,20 %), dan joint venture (7,52 %).

Permintaan dan penawaran properti residensial pada triwulan pertama tahun 2012 di 14 kota cenderung tetap. Responden memperkirakan, bahwa permintaan dan penawaran rumah akan cenderung tetap untuk semua tipe rumah. Namun, yang dapat menghambat bisnis properti residensial ini adalah kenaikah harga bahan bangunan (22,20 %), tingginya suku bunga KPR (19,48%), sulitnya perizinan birokarasi (15,44 %), serta tingginya pajak (14,63 %).

Sumber