KPR (masih) Menjadi Pilihan Utama

sapphire grup 42Fasilitas KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Itulah hasil survei Bank Indonesia (BI) mengenai survei harga properti residensial dalam triwulan I 2013 (15/5).

Hasil survei yang dikeluarkan secara periodik tiga bulanan tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen sekitar 76,46 persen masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial terutama pada rumah tipe kecil. Kemudahan dalam mengakses fasilitas KPR dan tingkat suku bunga KPR yang mulai menurun semakin dimanfaatkan oleh konsumen.

Di samping fasilitas KPR, hasil survei juga menunjukkan sekitar 13,07 persen konsumen memilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap dan sisanya sekitar 10,47 persen konsumen melakukan dalam bentuk tunai (cash keras).

Menariknya, penyaluran KPR dan KPA perbankan kepada sektor properti menunjukan tren yang meningkat sejak tahun 2000. Pada Maret 2013, total KPR tercatat Rp230,58 triliun atau tumbuh sekitar 3,7 persen per tahun. Dan ini masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,57 persen per tahun dengan non performing loan (NPL) 2,45 persen dari total KPR dan KPA.