Kenaikan BBM Picu Lonjakan Inflasi, Saatnya Berinvestasi Properti!

1041550k21780x390

Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada tahun ini akan diiringi lonjakan inflasi. Hal tersebut juga berdampak pada kenaikan harga properti sekitar 10 persen sampai 15 persen.

Pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter sehingga harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp 9.000 per liter, dan jenis solar Rp 8.000 per liter. Kenaikan tersebut, baik secara bertahap maupun langsung akan meningkatkan inflasi sekitar 1,5 persen. Sementara sebelumnya, pemerintah dan Bank Indonesia telah mematok target tingkat inflasi tahun ini sekitar 5,3 persen dan dalam RAPBN 2015 asumsinya sekitar 5,5 persen.

Tingginya laju tingkat inflasi tersebut juga akan meningkatkan harga bahan bangunan yang otomatis berimbas pada kenaikan harga properti sekitar 10 sampai 15 persen dari harga rata- rata saat ini. Normalnya, kenaikan rata-rata harga properti tesebut per tahun hanya 5 persen sampai 10 persen, sebab adanya penambahan fasilitas pada rumah atau apartemen yang dijual.

Tapi, dengan adanya kenaikan inflasi akibat lonjakan harga BBM, kenaikan harga rata–rata properti cukup besar. Untuk itu, pemerintah sebaiknya mengambil kebijakan agar kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut dilakukan secara bertahap supaya tidak terlalu membebani masyarakat.

Seperti diketaui, harga properti residensial untuk semua tipe rumah pada kuartal II 2014 ini meningkat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Pada kuartal kedua ini harga properti residensial berada pada level 176,31 atau meningkat 1,69 persen (qtq).

Kenaikan harga bahan bangunan mencapai 32,11 persen (qtq) dan upah pekerja yang sebesar 23,09 persen (qtq). Ini merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial.

Saatnya berinvestasi !

Di tengah situasi ini, justeru merupakan momentum tepat untuk berinvestasi di sektor properti, yaitu saat menjelang terjadinya kenaikan harga BBM. Kenaikan tersebut diprediksi terjadi pada November tahun ini atau setelah berjalannya kabinet baru Jokowi-JK.

Sebetulnya, kita bisa berinvestasi di sektor apa saja, namun melihat fenomena belakangan ini, investasi paling aman adalah di sektor properti. Ini karena harga properti tidak pernah turun dan risikonya cenderung kecil.

Sumber: http://properti.kompas.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *