Kekurangan Rumah di Indonesia Mencapai 400.000 Unit

sapphire grup 26JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono mengatakan, kekurangan rumah di Indonesia mencapai 400.000 unit dari kebutuhan nasional. Saat ini, angka kebutuhan perumahan di Indonesia sebanyak 800 ribu unit per tahun.

“Jumlah kebutuhan rumah yang terpenuhi baru mencapai 400 ribu unit atau terdapat kekurangan sebesar 400 ribu unit per tahun,” kata Maryono saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Rabu (6/2/2012). [pullquote style=”right”]”Jumlah kebutuhan rumah yang terpenuhi baru mencapai 400 ribu unit atau terdapat kekurangan sebesar 400 ribu unit per tahun,”[/pullquote]

Karena itu, lanjut Maryono, BTN akan tetap berkomitmen mendukung program perumahan rakyat dengan penyaluran KPR subsidi atau fasilitas likuidasi pembiayaan perumahan (FLPP) dengan target rata-rata di atas 100 ribu unit tiap tahunnya. Selain itu, pihaknya juga akan mendukung terciptanya pembiayaan sekunder perumahan melalui sekuritisasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial.

“Total sekuritisasi KPR telah dilakukan hingga tahun 2012 sebesar Rp 2,96 triliun,” ujarnya.

Sumber