Jangan Lupa, Perhitungkan Portofolio Pengembang!

Gerbang Sapphire Estate Sumampir Purwokerto – Berinvestasi di sektor properti tak lagi hanya dengan tiga syarat utama, yakni lokasi, lokasi, dan lokasi. Kini, tiga syarat utama itu perlu tambahan syarat lainnya, karena frekuensi pebisnis properti meningkat dan membutuhkan sentuhan lebih dari sekedar lokasi.

Lukas Bong, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta dalam diskusi “Prospek dan investasi kondominium pada tahun 2012″ di Jakarta, Senin (14/5/2012), mengatakan faktor lokasi dalam berinvestasi properti tetaplah penting. Hal lainnya, kata dia, yang tak kalah penting adalah siapa pengembangnya, bagaimana konsep pembangunannya, serta bagaimana tim marketingnya.[pullquote style=”right”]Pengembang lama belum tentu selalu berhasil, dan pengembang baru belum tentu selalu gagal. Saran saya ialah selektif dalam memilih pengembang. – Lukas Bong[/pullquote]”Portofolio pengembang itu penting, begitu pula tema dan konsep propertinya mau seperti apa. Ini penting untuk konsumen belakangan ini,” ujarnya.

Lukas mengatakan, portofolio pengembang dapat dilihat dari kredibilitas serta komitmennya dalam membangun. Ia membenarkan, bahwa tidak semua pengembang memiliki kualifikasi terbaik.

“Pengembang lama belum tentu selalu berhasil, dan pengembang baru belum tentu selalu gagal. Saran saya ialah selektif dalam memilih pengembang,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalamannya sebagai broker, memilih pengembang baru bisa dilihat dari apakah dia perusahaan legal, apakah sudah tergabung sebagai anggota Realestat Indonesia (REI), juga isi portofolionya selama ini. Sementara untuk mempercayai pengembang lama, selain selektif, calon pengguna juga perlu melihat konsep yang ditawarkan bagus atau tidak, serta merespon kebutuhan pasar (marketable).

Sumber