Investasi Properti Masih Kalah dari Emas

sapphire grup 126Sebanyak 71 % pelaku investasi di Indonesia memilih menginvestasikan emas dibanding investasi lainnya. Posisi kedua pilihan investasi terbanyak ditempati oleh jenis investasi properti, yang mencapai 58 % untuk menopang pertumbuhan kekayaan para affluent (kelas atas) Indonesia.

Demikian siaran pers Standard Chartered Bank kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (30/4/2012), terkait survei terhadap para pelaku affluent Indonesia. Berdasarkan survey tersebut rata-rata pelaku masih meminati emas sebagai investasi utamanya.

General Manager Priority and International Banking Standard Chartered, Djumariah Tenteram, mengatakan hasil Survei FuturePriority di Jakarta itu secara keseluruhan memaparkan tiga besar investasi yang masih didominasi oleh emas. Ia mengatakan, masyarakat Indonesia masih sangat suka berinvestasi dalam bentuk emas.

Di posisi ketiga, investor Indonesia memilih deposito atau simpanan dengan bunga tinggi sebagai penyokong penambahan kekayaannya dengan jumlah pemilih sebesar 42 persen. Menurut Djumariah, penyebabnya lantaran harga emas yang menarik para investor.

“Menarik, karena kalau dilihat 2-3 tahun lalu harga emas masih Rp 200 – Rp 300 ribu per gram. Saat ini harganya sudah sekitar Rp 490 – Rp 500 ribu per gram, bahkan Rp 520 ribu,” tutur Djumariah.

Adapun survei FuturePriority yang dilaksanakan Standard Chartered Bank dengan Scorpio Partnership berlangsung antara Oktober dan Noveber 2011. Cakupan survey ini sekitar 2.768 segmen affluent di sembilan pasar Asia, seperti China, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand. Survei dilakukan kepada para pelaku affluent di sejumlah negara di Asia yang memiliki rata-rata aset bersih sebesar 1,4 juta Dolar AS.

Sumber