Investasi Konstruksi Malaysia di Indonesia USD353 juta

sapphire grup 106RumahCom (Kuching) – Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah yang signifikan, membuat Indonesia bersiap menawarkan investasi untuk menyasar investor asal Malaysia. Menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, Djoko Harjanto, dalam seminar bertema “Identifying Opportunities in the Indonesian Market”, Indonesia memiliki ekonomi yang stabil dan pertumbuhan yang kuat, meskipun sedang terjadi krisis ekonomi di Eropa.

Harjanto menjelaskan, Indonesia tetap tumbuh baik dan masuk dalam urutan 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2025 dengan produk domestik bruto (GDP) mencapai USD4,3 triliun dan perkiraan pendapatan mencapai USD14.900 per kapita. “Jika Anda memerhatikan nilainya, Anda bisa melihat Indonesia mengalami pergerakan. Pertama, di saat krisis ekonomi global, Indonesia tumbuh 4,5% pada 2008. Pada 2009, pertumbuhan mencapai 6,1%, dan juga 6,5% pada 2011,” kata Harjanto seperti dikutip dari Borneo Post Online.

“Kami berhasil membuat inflasi tetap rendah. Utang kami terhadap rasio GDP telah menyusut menjadi 26% pada 2010. Faktanya, IMF memprediksi  bahwa ekonomi Indonesia akan lebih besar dibanding Australia pada pertengahan dekade. Hal ini terbukti dan mereka menunjukkan bahwa kami ada di jalur yang benar,” tambahnya.

Sementara itu, Harri Santoso dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia menguraikan bahwa saat ini Malaysia menanamkan investasi penting di Indonesia, dengan total USD1.806 miliar pada periode 2007-2011, dimana investasi di sektor konstruksi mencapai USD353 juta.

“Keuntungan terbesar investasi di Indonesia adalah populasi penduduknya yang mencapai 240 juta jiwa—atau keempat terbesar di dunia—yang menawarkan pasar domestik yang cukup besar dengan lebih dari 50% hidup di area urban,” terang Santoso.

“Kelas menengah dan atas yang tumbuh mendorong pertumbuhan GDP dan lebih dari 50% GDP dibelanjakan untuk konsumsi pribadi, yang menumbuhkan sejumlah industri, seperti ritel dan consumer product, pengolahan makanan, hingga industri otomotif.”

Total realisasi investasi langsung domestik dan asing di Indonesia pada 2011 mencapai USD27,6 miliar, tumbuh 20,5% dibanding 2010. Pada kuartal I 2012, total investasi langsung domestik dan asing di Indonesia mencapai USD7,8 miliar, tumbuh 32,9% dibanding periode yang sama.

Sumber