Investasi atau Mati!

sapphire grup 52Kita bisa melihat penjajahan sebagai sebuah bahaya seperti di era 45-an, sehingga kemerdekaan kemudian menjadi harga mati. Kita bisa melihat sandang, pangan, papan atau menambahkan rekreasi, sebagai kebutuhan pokok. Namun hanya mereka yang bermental kaya, yang mampu melihat investasi sebagai kebutuhan pokok, alih-alih hanya menempatkannya pada nomor buncit daftar kebutuhan.

Mereka yang merubah mindset, melihat investasi sebagai kebutuhan pokok, akan menempatkannya dalam daftar prioritas pemanfaatan penghasilan masa kini. Sebaliknya, mereka yang tidak melihat masa depan, menyisihkan uang untuk investasi  dalam semangat “ah, nanti saja kalau ada duit sisa”. Padahal tanpa investasi, penghasilan anda saat ini akan tak member banyak arti bagi masa depan, itu artinya tak ada jaminan bagi putra putri anda.[pullquote style=”right”]Faktanya, hunian yang bekualitas memiliki kenaikan harga jauh lebih tinggi dari bunga deposito, dari angka inflasi, dan terlindungi dari fluktuasi harga seperti pada emas. [/pullquote]

Anda bisa melihat, kesadaran akan investasi dan ketepatan memilih cara berinvestasi, juga akan member hasil berbeda pada dua orang yang punya kemampuan financial yang sepadan. Contohnya Faisol dan Tya sama-sama menyisihkan Rp 2 juta penghasilan keluarga perbulan untuk investasi. Faisol memilih deposito, dan Tya memilih mengakses kredit perbankan untuk hunian kelas menengah seperti sejumlah produk Sapphire Grup. Setelah 15 tahun, hitunglah berapa jumlah deposito Faisol beserta bunganya. Sebaliknya, setelah 15 tahun, hitunglah berapa nilai asset hunian yang dimiliki Tya. Sangat jelas, Tya jauh lebih berharta dari Faisol. Karena menyadari hitungan ini sejak awal, tak heran Tya urung memilih deposito, ia memilih hunian Sapphire Grup.

Ya, faktanya, hunian yang bekualitas memiliki kenaikan harga jauh lebih tinggi dari bunga deposito, dari angka inflasi, dan terlindungi dari fluktuasi harga seperti pada emas. Sebabnya, jelas. Tidak ada pabrik produsen tanah, sehingga ketersediaan lahan semakin berkurang yang berakibat harga meroket. Sebuah kawasan yang diproyeksi akan jadi pusat pertumbuhan, bakal melejit harganya di masa mendatang. Jadi jika anda membeli pada harga sekarang, silahkan panen hasilnya setelah dua tahun. Itu karena, tingkat suku bunga 12 persen sekalipun yang dibebankan pada anda yang berinvestasi dengan kredit perbankan, akan sudah dilampaui pada tahun kedua kenaikan harga rumah. Kenaikan harga rumah setelah bunga terlampaui, silahkan anggap sebagai keuntungan investasi keluarga anda. (SG)