Indonesia Diharapkan Miliki UU Tabungan Perumahan

sapphire grup

sapphire grup
Adanya tabungan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki simpanan uang untuk membeli rumah serta menggairahkan investasi di sektor properti tanah air.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo saat melakukan wawancara Dialog Interaktif TVRI bertemakan Kinerja Kemenpera Dari Sisi Pembiayaan dan Pembangunan Perumahan yang di Studio TVRI, Jakarta.

“Tahun 2013 mendatang diharapkan Indonesia sudah memiliki UU Tabungan Perumahan,” ujarnya. Hadir pula sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo.

[pullquote style=”right”]Meningkatnya permintaan kebutuhan akan rumah tinggal. Pemerintah diharapkan sudah memiliki Undang-Undang tentang Tabungan Perumahan yang berlaku secara nasional
[/pullquote]

Menurut Sri Hartoyo, saat ini Kemenpera sedang menyiapkan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan tersebut. Draft tersebut nantinya akan masuk pada program legislasi nasional (Prolegnas) pada tahun 2012 sehingga bisa segera dibahas oleh DPR bersama dengan pemerintah.

Lebih lanjut, Sri Hartoyo menjelaskan, adanya UU Tabungan Perumahan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menabung, khususnya untuk program perumahan. Sebab, saat ini kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di Indonesia.

Selain itu, imbuh Sri Hartoyo, dengan memiliki tabungan yang dikhususkan untuk bidang perumahan maka pemerintah secara tidak langsung akan menghemat APBN. Uang yang terkumpul nantinya juga bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang dan bergulir sehingga masalah pembiayaan perumahan yang sering dihadapi oleh masyarakat bisa segera teratasi.

“UU Tabungan Perumahan nantinya akan mendorong setiap orang yang memiliki batas kemampuan tertentu untuk menabung sehingga dapat membantu masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga yang terjangkau.

Dalam draft RUU yang ada saat ini juga dimasukkan asas gotong royong dimana masyarakat yang mampu nantinya bisa membantu masyarakat yang kurang mampu melalui tabungan yang dimiliki,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo mengungkapkan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana Kemenpera yang telah menyiapkan draft RUU Tabungan Perumahan tersebut.

Dari sisi pengembang dengan adanya tabungan perumahan juga bisa menggairahkan sektor pembangunan perumahan di Indonesia. “Dengan tabungan perumahan pemerintah juga sudah mendidik masyarakat untuk.

terbiasa menabung serta menggairahkan sektor pembangunan perumahan. Tentunya sikap mental masyarakat untuk terus menabung itulah yang perlu lebih di tingkatkan,” katanya.

Eddy Ganefo menuturkan, dengan memiliki tabungan perumahan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah akan semakin besar. Sebab mereka secara rutin akan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sehingga dapat digunakan untuk menjadi uang muka untuk membeli rumah apabila suatu saat terkumpul dalam jumlah yang cukup.

“Adanya tabungan perumahan akan meningkatkan potensi masyarakat untuk memiliki rumah. Sebab kemampuan mereka untuk memiliki uang muka untuk membeli rumah cukup besar,” tandasnya.