Harga Rumah, Diperkirakan Naik 11 Persen

sapphire grup 88Pengembang bersiap menaikkan harga jual rumah mereka kepada konsumen. Mereka tengah menghitung komponen biaya operasional yang kemungkinan naik, seperti semen, besi serta baja, akibat rencana kenaikan harga BBM dari pemerintah. Menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso, belum bisa diperkirakan, berapa kenaikan harga bahan bangunan dari produsen. Tentu komponen ini yang paling berpengaruh terhadap harga jual rumah yang tawarkan pengembang kepada konsumen.

 “Karena komponen bahan bangunan tersebut menggunakan distribusi yang menggunakan transportasi darat dan itu memerlukan BBM,” ungkapnya di sela-sela Seminar Nasional: Menyingkapi Arah Kebijakan Perumahan Nasional di Jakarta, (8/3).

Lebih lanjut Setyo mengungkapkan, diperkirakan kenaikan harga jual rumah sekitar 11 persen dengan asumsi besaran kenaikan BBM sekitar Rp1500. “Nantinya pasar properti bersifat temporer atau mengalami shock sejenak. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun lamanya, akan terganggu sedikit tiga sampai empat bulan saja, setelah itu bisa recovery,” jelasnya kepada Rumah123.com.

Salah satu yang dikhawatirkan konsumen jika terjadi kenaikan BBM bersubsidi adalah ikut terkerek harga jual rumah pada level kelas menengah bawah. “Bagi kelas menengah ke atas tidak akan berdampak banyak akibat kenaikan BBM, mengingat kemampuan konsumen mengangsur sangat baik,” tutur Setyo. Dengan kenaikan BBM itu, pertumbuhan properti pada 2012 justru lebih baik. “Saya optimis pertumbuhan properti tahun ini akan semakin lebih baik,” tandas Setyo.

Haryanto

Foto: Dedy Mulyadi & Istimewa

Sumber