Dibanding Deposito, Investasi Properti Lebih Menguntungkan

iStock_000073348387_Small1

Investasi properti merupakan bisnis dengan risiko paling rendah, namun mendatangkan keuntungan yang tinggi. Dibanding deposito yang pertumbuhan investasinya per tahun sekitar 6-7 persen, bisnis properti bisa menghasilkan keuntungan 15-20 persen.

Pun demikian halnya jika dibandingkan dengan investasi reksadana yang menghasilkan keuntungan sekitar 10-12 persen, dan saham yang mencapai 15 persen, industri properti tetap lebih unggul. Satu-satunya risiko terberat yang dihadapi investasi bidang properti adalah tak bisa dijual cepat (liquidity risk).

Meski tak bisa dijual cepat, nilai properti tak pernah turun. ’’Sebaliknya, harga properti cenderung naik terus,’’ kata Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit saat paparan Property Outlook 2016 di Bekasi, Minggu (31/1) seperti dilansir dari Kompas.com.

Lebih jauh Panangian menjelaskan, ada lima risiko investasi yang timbul dan harus dihadapi calon investor jika ingin membenamkan dananya di instrumen-instrumen investasi populer. Yakni, risiko bisnis (business risk), risiko suku bunga (interest risk), risiko inflasi (inflation risk), risiko likuiditas (liquidity risk), dan risiko pasar (market risk).

Untuk risiko bisnis, properti paling rendah karena harganya terus naik. Kalaupun harganya terkoreksi, volatilitasnya tidak akan sedinamis instrumen investasi reksadana, dan saham.

Dari sisi interest risk, risiko pada reksadana dan saham paling tinggi. Sebaliknya, deposito dan properti justru paling rendah.

’’Begitu juga risiko pada inflasi, dan pasar, properti paling rendah. Sementara deposito sangat tinggi risiko tergerus inflasi, juga saham,’’ ujar Panangian.

Walau berinvestasi di bidang properti cukup menggiurkan, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum calon investor terpincut menanamkan dananya di sektor ini. Hal yang pertama, lokasi properti yang diincar harus strategis dengan akses mudah dijangkau dari berbagai arah.

Kedua, properti tersebut dikembangkan oleh developer tepercaya dengan komitmen tinggi dan rekam jejak positif. Lalu yang ketiga, belilah properti saat harga jualnya rendah alias pada saat penawaran perdana.

’’Dan yang keempat, cermati dan ikuti progres pembangunannya. Semakin maju pekerjaan konstruksinya, akan semakin laju pertumbuhan nilai investasi yang ditanamkan,’’ ucapnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *