Demo Tolak UU Perumahan, Korlap: Harga Rumah Tipe 36 Pasti Lebih Mahal

sapphire grup 120Jakarta, SolusiProperti.Com – Aksi demo ternyata tidak hanya soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) saja, namun kali ini mengarah ke demonstrasi tolak Undang-Undang Perumahan.

Aksi penolakan tersebut dilakukan oleh ratusan warga masyarakat yang dengan menyebut diri mereka sebagai Masyarakat Aliansi Korban Arogansi Menpera (MAKAM) di Jakarta. Para demonstran yang turut serta berdemo adalah dari kalangan pengembang perumahan, buruh, kontraktor, serta warga masyarakat.
Menurut Koordinator Lapangan MAKAM, Nur Hidayat, aksi tersebut merupakan aksi damai yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia. Demo ini tak lain adalah menolak UU Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang membatasi pembangunan tipe rumah sederhana sehat minimal seluas 36 meter persegi (m2).
“UU PKP pasal 22 ayat 3 yang mematok luas rumah deret dan rumah satuan minimal 36 m2 membuat banyak proyek perumahan yang sudah terbangun sulit dipasarkan dengan pola subsidi. Padahal, saat ini, terdapat sekitar 43.000 unit rumah dengan luas kurang dari 36 m2 (tipe 36). Jadi tuntutan kami, UU 1/2011 direvisi, atau bahkan dicabut. Ini tidak hanya merugikan pengembang, tetapi juga masyarakat berpenghasilan rendah, karena tidak bisa menjangkau rumah tipe 36 yang harganya lebih mahal,” jelas Nur yang juga merupakan anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banten.
Nur menambahkan jika pengembang diharuskan membangun rumah dengan tipe 36, pastinya harga akan melebihi Rp100 juta per unit nya. “Sedangkan selama ini kan rumah dengan tipe 22 dan tipe 29 harganya mencapai Rp70 juta,” seru Nur.
Menurutnya masyarakat dengan penghasilan rendah lebih diutamakan rumah dengan pola bersubsidi, dimana penghasilannya maksimum Rp3,5 juta per bulan.

“Subsidi itu disalurkan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) berupa suku bunga tetap untuk tenor pinjaman 15 tahun. Padahal subsidi rumah yang digulirkan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya diberikan untuk rumah tipe 36 dengan harga maksimal Rp 70 juta per unit,” tandasnya.

Sumber