Cukupkah Anggaran Rp 7,5 juta per Rumah?

sapphire grup 86JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menargetkan pembangunan satu juta rumah untuk keluarga miskin hingga 2014. Target ini untuk membantu program pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia.

“Tahun lalu kami mendapat anggaran untuk membangun 250 ribu rumah, begitu juga dengan tahun ini. Kalau tahun depan ada anggaran untuk 500 ribu rumah, maka akan tercapai satu juta rumah,” kata Menpera Djan Faridz usai pertemuan dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Menpera mengatakan, program bedah rumah keluarga miskin yang ada di Kemenpera disebut program rumah swadaya dengan menggunakan data keluarga miskin yang ada di Kemensos. Anggaran untuk membangun satu rumah dialokasikan Rp 7,5 juta.

Ihwal anggaran Rp 7,5 juta per rumah cukup atau tidak, Menpera menjawab hal itu relatif. Menurut dia, hal tersebut tinggal cara masyarakat menangani pembangunan rumah itu.[pullquote style=”right”]Kalau dengan upah tukang, anggaran Rp 7,5 juta tidak akan cukup. Namun, kalau dilakukan secara gotong-royong pasti akan cukup,[/pullquote]

“Kami berharap pembangunan rumah itu bisa dilakukan secara gotong-royong sehingga tidak perlu anggaran untuk upah tenaga kerja. Kalau birokrat setempat bisa proaktif menggerakkan masyarakat, tentu anggaran itu cukup,” tuturnya.

Karena itu, kata Menpera, program rumah swadaya itu akan melibatkan pemerintah daerah. Selain itu, program itu juga akan bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat yang akan menerjunkan personil untuk membantu pembangunan rumah.

“Kalau dengan upah tukang, anggaran Rp 7,5 juta tidak akan cukup. Namun, kalau dilakukan secara gotong-royong pasti akan cukup,” ujarnya.

Sementara itu, Mensos Salim Segaf Al Jufri mengatakan keluarga miskin saat ini mencapai 2,4 juta keluarga miskin dan dua pertiganya menghuni rumah yang tidak layak.

“Kami tidak akan mampu membangun rumah itu sendiri. Karena itu, dilakukan koordinasi dengan Menpera untuk menyentuh program pembangunan rumah bagi keluarga miskin. Data keluarga miskin yang ada sudah sangat valid,” katanya.

Sumber