BTN Terima Dana Segar Rp 500 Miliar untuk KPR

sapphire grup 0012JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapat kucuran dana segar dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) lewat kerjasama refinancing Rp 500 miliar. Kucuran dana ini ditujukan untuk pembiayaan KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro usai acara penandatanganan kerjasama, di Jakarta, Jumat (29/6/2012), mengatakan kerjasama dengan SMF ini lebih fokus pada refinancing KPR FLPP, sebagai alternatif pendanaan bank BTN atas dana yang telah tersalurkan untuk program FLPP di 2011.

Refinancing ini mendorong berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, bisnis pembiayaan perumahan dengan KPR membutuhkan lembaga seperti SMF. Jika KPR tidak mendapatkan back up dana jangka panjang akan menyulitkan bank pemberi KPR tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, kerjasama refinancing dengan BTN untuk KPR FLPP dalam jangka waktu 10 tahun ini dilakukan untuk pertama kalinya. Namun, dukungan SMF terhadap program perumahan pemerintah melalui Bank BTN sudah dilakukan sejak 2011 dalam bentuk Repo dan Refinancing KPR sebesar Rp 1,033 triliun.[pullquote style=”right”]Refinancing ini mendorong berkembangnya pasar pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia[/pullquote]

“Sebelumnya kerjasama hanya dalam jangka waktu lima tahun. Tapi, kami melihat perlunya pembiayaan dana jangka panjang karena biasanya KPR didanai 10 – 20 tahun,” katanya.

Raharjo melanjutkan, refinancing RP 500 miliar ini adalah kali pertama dikucurkan untuk program FLPP. Harapannya, hal ini juga diikuti oleh lembaga penyalur KPR FLPP lainnya, baik itu bank umum, bank syariah, maupun multifinance.

Terkait penyaluran KPR FLPP, Bank BTN menargetkan sebanyak 16.000 unit untuk tahun 2012. Saat ini, realisasi KPR dengan FLPP baru tercapai 7.000 unit. Dari data realisasi penyaluran kredit, BTN mencatatkan porsi 99,77 persen dari pemberian kredit yang ada. Sayangnya, BTN tidak merinci porsi dari bank lain peserta FLPP.

Sumber