BTN Targetkan Biayai 50.000 Rumah Bersubsidi

sapphire grup 26JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, BTN menargetkan 50 ribu unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada kuartal IV Tahun 2012. Menurut Iqbal, pertumbuhan kredit di BTN setiap tahunnya sekitar 27 – 28 persen yang menandakan, bahwa pembiayaan perumahan cukup baik.

“Angka pertumbuhan tersebut juga dikatakan sangat tinggi dibanding rata-rata industri lainnya,” kata Iqbal di acara pembukaan BTN Property Expo 2012 di Jakarta, Sabtu (22/9/2012) kemarin.

Ia memaparkan, rata-rata jumlah pinjaman berdasarkan FLPP sebanyak Rp 70 juta per pinjaman. Sementara itu, rata-rata untuk pinjaman komersial non-FLPP sebesar Rp 250 juta. Kenaikan itu, menurut dia, disebabkan jumlah perumahan yang berharga di bawah Rp 200 juta seperti di wilayah Jakarta dan daerah penyangga ibukota semakin lama semakin sedikit.

Adapun saat ini BTN masih memimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. Penguasaan pangsa pasar BTN pada pembiayaan perumahan sebesar 24 persen untuk total KPR dan 99 persen untuk KPR subsidi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyatakan mengejar penyerapan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada kuartal IV Tahun 2012. Hal itu dirasakan mendesak, mengingat FLPP yang baru terserap hanya sekitar 15 persen dari target.

“Pada September hingga Desember ini biasanya adalah puncak-puncaknya dari penyerapan KPR (Kredit Pembiayaan Rumah),” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Sri Hartoyo, dalam acara pembukaan BTN Property Expo 2012 di Jakarta.

Program FLPP pada 2012 ini Kemenpera menargetkan hingga 133 ribu unit rumah. Namun demikian, target yang baru tercapai hanya sekitar 15 persen.

Sumber