Share this:

Proses jual beli rumah tidak terbatas pada harga rumahnya saja apalagi untuk pembelian rumah secara Kredit atau KPR, masih ada biaya lebih yang perlu dikeluarkan baik ke pihak bank atau ke developernya. Kebanyakan para pembeli kurang mengetahui hal ini. Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya siapkan biaya ektra untuk biaya-biaya lain seperti biaya proses dan biaya pajak.

Nah berikut biaya lain yang akan dikeluarkan :

  1. Biaya proses

Biaya proses ini melingkupi biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi jiwa dan kerugian, biaya appraisal, dan biaya notaris. Biaya proses ini sebesar 5% dari harga jual.

a. Biaya provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada kreditur, besaran biaya provisi ini adalah 1% dari total pinjaman KPR. Biaya provisi ini bisa juga dikatakan sebagai biaya administrasi bank yang berfungsi untuk kepengurusan KPR dan hanya dibayarkan sekali pada saat pengajuan.

b. Biaya administrasi

Biaya administrasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk kepengurusan KPR. Biaya administrasi hampir sama dengan biaya provisi namun dibayarkan secara terpisah.

c. Biaya asuransi jiwa dan kerugian

Agar meminimalisir berbagai resiko yang akan menimpa anda sebagai kreditur maka pihak bank mewajibkannya untuk mengikuti program asuransi. Asuransi ini meliputi asuransi jiwa dan kerugian. Premi asuransi jiwa tergantung dengan umur, kondisi kesehatan, riwayat kesehatan dan kebiasaan. Semakin beresiko kesehatannya maka akan semakin besar pula biaya yang dibayarkan.

d. Biaya appraisal (penilaian)

Biaya ini dugunakan untuk melakukan proses penilaian dokumen kredit kepemilikan rumah dan proses pembangunan rumah yang diajukan. Biayanya bervariasu tergantung dengan bank dan tidak tergantung pada besar pinjaman.

e. Biaya notaris

Biaya notaris adalah biaya yang pasti akan dikeluarkan pada saat kepengurusan KPR. Dalam proses KPR pasti melibatkan notaris yang akan mengurus dan mengecek berbagai surat surat yang berhubungan dalam proses jual beli.

  1. Biaya Pajak

Biaya pajak ini meliputi biaya PPN (Pajak Pertambahan Nilai), biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan biaya PPh (Pajak Penghasilan)

a. PPN

PPN adalah pajak yang dikenakan setiap pertambahan nilai barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Pada umumnya besaran PPN sebesar 10% dari nilai transaksi. Minamal transaksi yang dikenakan PPN adalah nilai transaksi diatas 36juta

b. BPHTB dan PPh

BPHTB merupakan pajak dari transaksi jual beli tanah dan bangunan. Pajak penjualan dan pembelian ada yang dibebankan kepada pemilik rumah (perusahaan/developer atau pemilik rumah sebelumnya) dan pembeli rumah dikenal dengan pajak penghasilan (PPh).