“Apostrophy Housing”… Beginilah Merespons Hunian Ideal di Tengah Kota!


sapphire grup 21KOMPAS.com
 — Saat ini firma arsitek Apostrophy tengah mengeksplorasi apa yang disebut
dengan hunian standar “hidup di tengah kota”. Upaya percobaan ini dilakukan di tengah isu keterbatasan lahan, kesulitas akses, serta konsep hunian yang berkesinambungan di masa depan.

Dibangun di lahan seluas 97 meter persegi, prototip hunian tersebut merupakan hunian dengan konsep multiguna. Isinya meliputi dua lantai utama, dua lantai mezzanine, serta sebuah area hijau.

Lantai pertama hunian ini didesain untuk mengakomodasi kebutuhan para lansia atau kaum difabel yang kemungkinan mengalami kesulitan jika harus menggunakan anak-anak tangga di rumah. Untuk itulah, lantai ini juga dilengkapi dengan rute ke ruang makan dan dapur yang ramah untuk individu pengguna kursi roda.

Di ruang keluarga, sebuah “area mengambang” bisa dilihat dari atas ruangan. Ruangan ini bisa diubah menjadi ruang penyimpanan atau area duduk santai, tergantung keinginan dan kebutuhan pemiliknya.

Salah satu dinding eksteriornya diidam-idamkan akan menjadi dinding hijau. Nantinya, dinding interior di kedua sisinya akan dihias dengan tumbuhan seperti halnya menyiapkan lahan menanam yang bisa untuk mengembangbiakkan tanaman mungil seperti tanaman rempah atau obat.

Sumber