Aman Menghadapi Musim Hujan

sapphire grup 144jpgAgar kondisi fisik bangunan rumah tetap prima menghadapi datangnya musim hujan. Hal yang harus dicermati adalah melakukan pengecekan pada beberapa elemen rumah. Terutama memeriksa bagian rumah yang sangat rentan dengan air hujan. Salah satu hal terpenting adalah atap rumah. Atap merupakan pelindung bagi seisi rumah. Jika sesuatu terjadi pada atap, maka itu akan menjadi pertanda buruk bagi isi rumah. Karena itu, perhatikanlah atap rumah Anda dengan baik.

Ada baiknya memeriksa bagian atap, jurai serta talang. Apalagi, jika usia ketiga bagian ini sudah tahunan. Sinar matahari yang terik atau suhu dingin di malam hari akan sangat mempengaruhi ketahanan atap. Bahkan angin pun bisa menciptakan celah pada atap. Jika atap rumah Anda dinaungi pepohon, rasanya harus diperhatikan. Dedaunan yang rontok, bisa jadi mampu menyumbat talang atap, sehingga jalan air tidak mengalir dengan baik. Begitu juga dengan debu. Meski pun partikel debu sangat kecil, namun jika sudah bertahun-tahun akan membentuk sedimentasi pada talang.

Ada baiknya memperhatikan kemiringan atapnya. Untuk rumah yang beratap seng mungkin tidak terlalu masalah. Dengan kemiringan 5 derajat sekali pun, air akan mudah mengalir pada atap seng. Jika atap rumah Anda model genteng. Apalagi bahannya terbuat dari tanah, kemiringan atap genteng minimal 27,5 derajat. Kurang dari itu, maka air tidak akan mengalir dengan baik. Potensi kebocoran pun sangat besar.

[pullquote style=”right”]Untuk mencermati jatuhnya air hujan, rasanya perlu menata sirkulasi pipa pembuangan air hujan. Jangan sampai, genangan air tersebut justru menimbulkan kebocoran karena resapan air yang berlebihan.[/pullquote]

Untuk menghidari terjadi kebocoran, sebaiknya menaikkan atap gentengnya. Kalau tidak, air bisa masuk ke dalam rumah. Bagian lain yang perlu dicermati adalah lapisan atap. Ada dua macam lapisan yang sering dipakai, yakni karet dan alumunium foil. Periksa pula lapisan yang terbuat dari karet. Karet memiliki usia tertentu. Jangan sampai dia mengeras dan akhirnya mudah retak dan menimbulkan kebocoran.

Poin lain yang jadi perhatian adalah dinding rumah. Perlunya merawat kepadatan dinding cukup penting melihat musim hujan yang panjang saat ini. Terutama dinding bagian luar dan langsung terkena air hujan. Untuk dinding, material catnya pun harus diperhatikan. Sebaiknya, material cat untuk dinding luar direkomendasikan yang bersifat weather coat. Cat biasa tidak akan tahan terhadap cuaca hujan. Selain jamuran, dinding akan lembab, melepuh atau terkelupas.

Lainnya adalah mengenai pentingnya saluran drainase air. Untuk mencermati jatuhnya air hujan, rasanya perlu menata sirkulasi pipa pembuangan air hujan. Jangan sampai, genangan air tersebut justru menimbulkan kebocoran karena resapan air yang berlebihan. Amati pula limbah pepohonan, di musim hujan ini drainase yang tersumbat bisa diakibatkan oleh dedaunan yang jatuh dan memicu banjir lokal. Jika memiliki pepohonan dipekarangan rumah. Ada baiknya menebang beberapa bagian dahan yang menyelimuti atap rumah. Jika terlalu rimbun, akan berbahaya bagi rumah Anda, terutama jika angin kencang itu datang menerpa pohon tersebut.

Semoga uraian tips di atas dapat bermanfaat dengan baik. Anda pun tak perlu cemas menghadapi turunnya hujan.

Sumber