7 Cara Buat Rumah Bebas Debu dan Bakteri

sapphire grup 202

KOMPAS.com – Berdasarkan laporan ahli mikrobiologis asal Universitas Colorado Boulder, Dr Noah Fierer, rumah dengan segala macam tempat di dalamnya diperkirakan memiliki sekitar 2.000 spesies bakteri.

Hal itu kemudian membuat rumah tak ubahnya sebagai sebuah kebun binatang bakteri. Rumah terkadang menimbulkan alergen bagi para penghuninya.

Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan bakteri dan alergen dari dalam rumah.

1. Perbarui penghisap debu

Jika Anda telah menggunakan penghisap debu yang sama dalam kurun waktu puluhan tahun, sudah waktunya untuk segera memperbaruinya.

Penghisap debu lama Anda bisa memuntahkan kembali debu halus dan puing-puing yang sudah dihisap kembali ke udara sehingga menimbukan alergen.

Sebagai saran, ketika memutuskan untuk membeli atau memperbarui penghisap debu, Anda bisa memilih yang telah menggunakan teknologi filter bernama high efficiency particulate air (HEPA).

Teknologi filter tersebut mampu membuat bakteri dan alergen lainnya terjebak dalam penghisap debu.

2. Perhatikan tempat tidur

Ketika berada di atas kasur pada malam hari, Anda akan bersinggungan langsung dengan seprai yang mengandung kemungkinan besar jamur, bakteri, dan bahkan bulu hewan peliharaan sehingga menimbulkan alergi.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya mencuci seprai dan bed cover setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas bersuhu 54 derajat celsius.
Untuk proteksi lebih, Anda juga bisa menggunakan seprai anti debu dan tungau untuk mencegah munculnya pemicu alergen di kasur.

Selain itu, Anda juga mesti menjauhkan hewan peliharaan dari tempat tidur.

3. Bersihkan debu-debu di dalam rumah

Seringkali Anda dengan mudah mengabaikan debu-debu atau kotoran di sudut rumah tanpa memikirkan bahayanya.

Debu-debu atau kotoran tersebut bisa saja merupakan kumpulan dari bulu binatang dan sampah serangga yang bisa memicu penyakit pernapasan.

Maka dari itu membersihkan segala macam debu dari rumah sangatlah krusial terlebih saat musim tak menentu seperti sekarang.

Guna mengurangi jumlah debu dan alergen di dalam rumah, Anda bisa melakukan pembersihan setidaknya seminggu sekali.

Namun, jika alergi yang Anda alami makin parah, bisa memasang pembersih udara di dalam rumah Anda.

4. Tetap tutup jendela dan ganti penyaring udara

Membuka jendela untuk mendapatkan udara segar di dalam rumah memanglah baik, namun di musim yang tak menentu dan pancaroba saat ini hal itu justru memberikan mimpi buruk.

Pasalnya, udara yang masuk belum tentu udara bersih dan nantinya malah menyebabkan alergi atau penyakit bagi Anda dan keluarga.

Selama musim seperti ini, Anda sebaiknya tetap menutup jendela rumah dan tetap berpegang pada pusat udara untuk menjaga rumah tetap dalam kondisi sejuk.

Selain itu Anda juga disarankan untuk memeriksa dan mengganti penyaring udara di pemanas dan ventilasi untuk mencegah kotoran atau debu berkumpul di sekitar rumah.

5. Letakkan tanaman di depan rumah

Tanaman kerap memiliki cara untuk membuat tampilan rumah cerah dan segar, tetapi tanaman juga bisa menjadi salah satu media penghambat bagi jamur atau alergen lainnya tumbuh.

Untuk mencegahnya, letakkan tanaman Anda di bagian rumah yang memiliki sirkulasi udara baik, seperti misalnya bagian depan rumah.

6. Jangan gunakan alas kaki di dalam rumah

Jika Anda ingin terlindung dari bakteri, jamur, dan alergen lainnya letakkan segala macam alas kaki mulai dari sandal hingga sepatu di depan pintu masuk.

Alasannya, alas kaki membawa banyak kotoran dari luar rumah dan begitu Anda menggunakannya di dalam rumah maka Anda akan mengotorinya.

Namun jika tetap harus menggunakan alas kaki di dalam rumah karena alasan tertentu maka Anda harus membersihkannya sesering mungkin karena debu-debu dan kotoran di lantai rumah bisa berkumpul di alas kaki.

7. Rajin mengganti gorden

Gorden-gorden berukuran besar memiliki kekurangan karena bisa menjadi tempat akumulasi debu dan kotoran lainnya seperti magnet yang menarik besi.

Ketika Anda membukanya untuk mendapatkan sinar matahari maka dipastikan debu-debu yang bersarang di sana akan keluar dan terhirup.

Maka dari itu, Anda bisa mengganti gorden berukuran besar dengan menggunakan kain tipis terbuat dari sintetis yang lebih ringan dan kemudian mencucinya secara berkala.

Sumber

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *