3 Penyebab Lambatnya Ekonomi RI di Awal Tahun Versi Pengusaha

Defisit Transaksi Kuartal II Diperkirakan NaikJakarta -Angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang jauh dari harapan menjadi sorotan pengusaha. Pengusaha melihat masih banyak terjadi kegaduhan-kegaduhan di Indonesia yang berdampak pada lesunya perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal I tak menyentuh angka 5%, hanya 4,7%. ‎ Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bidang Bulog dan Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur mengatakan, ‎lesunya ekonomi disebabkan dua hal, faktor eksternal di mana perekenomian global tengah melemah, juga faktor internal.

Di faktor internal, Natsir menyebut sedikitnya da 3 aspek yang menyebabkan ekonomi Indonesia lesu. Bahkan pertumbuhannya di kuartal pertama tak menyentuh angka 5%

“Hasil kuarta; pertama itu kan disebabkan banyak hal gitu. Pertama masalah politik KPK-Polri, penyerapan anggaran masih rendah, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada pengusaha,” kata Natsir saat dihubungi detikFinance, dikutip Selasa (12/5/2015).

Dia memaparkan, kisruh politik antara yang terjadi contohnya antara KPK dan Polri belum usai di mata pengusaha dan investor. Karena belum lama ini, penyidik KPK sempat diperiksa oleh Polri. Natsir menyebut, investor menilai masih ada kegaduhan di Indonesia sehingga berpengaruh terhadap investasi.

“Tapi sekarang semua sudah baik. Politik sudah bermesra-mesraan, di parlemen juga sudah baik, mulai komunikasi baik, orang (investor dan pengusaha) melihat dari situ‎,” tambah Natsir.

Dia juga menyebutkan, penyerapan anggaran yang masih belum‎ mampu menggerakan pertumbuhan ekonomi RI. Pasalnya, tak semua APBN sudah cair di kuartal pertama.

Sedangkan aspek ketiga adalah regulasi yang menghambat. Natsir percaya, kalangan dunia usaha memiliki andil yang besar untuk meningkatkan perekonomian di dalam negeri. Namun menurutnya, sejumlah regulasi masih memberatkan pengusaha.

“Misalnya bunga kredit yang masih tinggi‎. Ongkos-ongkos masih tinggi, bongkar muat masih tinggi,” jelasnya.

Lesunya perekonomian di dalam negeri menurut Natsir tak hanya berpengaruh pada kalangan pengusaha dan pemerintah. Masyarakat luas pun mendapatkan dampak dari lemahnya perekonomian di kuartal pertama, yakni dari segi daya beli. Lesunya perekonomian berbanding lurus dengan daya beli masyarakat.

“Tadinya gaji bisa dipakai untuk 1 bulan, sekarang paling jauh 15 hari. Karena pendapatan gitu-gitu saja, tapi harga-harga naik, daya beli lemah, barang pun mahal-mahal,” tuturnya.

Dia menuturkan pemerintah harus segera mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan ekonomi, terutama menyelaraskan kebijakan yang menurutnya tumpang tindih dan memberatkan.

sumber: detik.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *